JurnalPatroliNews – Jakarta – Politikus Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dinilai sebagai sosok yang pantas disebut ikon DPR RI. Penilaian itu datang dari Ketua Umum Pengusaha Muda Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Rakyat, Sam Aliano, menanggapi keputusan Rahayu mundur dari jabatannya sebagai legislator.
Menurut Sam, langkah mundur dari DPR merupakan sesuatu yang jarang ditemui dalam dinamika politik Indonesia. Ia menilai keputusan tersebut menunjukkan ketulusan Rahayu dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Rahayu tidak pergi begitu saja. Ia tetap menyelesaikan tugas rapat tentang pariwisata sebelum menyatakan mundur. Itu bukti kepeduliannya terhadap rakyat dan pembangunan sektor pariwisata. Karena itu, saya menyebut Rahayu ikon DPR Indonesia,” ujar Sam dalam keterangan elektronik di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Sam mengakui tidak mengenal Rahayu secara pribadi, melainkan mengetahui kabar pengunduran dirinya melalui pemberitaan media. Kendati demikian, ia menilai Rahayu telah menunjukkan sikap besar hati, bahwa perjuangan untuk bangsa tidak hanya bisa dilakukan dari kursi parlemen.
“Rahayu bukan tipe yang mengejar jabatan. Ia pribadi yang peduli dengan masyarakat. Dari kegiatan sosial, turun langsung ke warga, hingga memberi bantuan—itulah bukti bahwa perjuangan tidak berhenti meski tidak lagi di DPR,” imbuhnya.
Sam meyakini hengkangnya Rahayu dari DPR tidak akan menghentikan kiprahnya untuk rakyat. Ia menegaskan, komitmen keponakan Presiden Prabowo Subianto itu akan terus berlanjut di luar parlemen.
Rahayu sendiri secara resmi mengumumkan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI melalui video pernyataan di akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati, pada Rabu (10/9/2025). Wakil Ketua Komisi VII DPR tersebut terpilih dari daerah pemilihan DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permintaan maaf kepada para konstituen atas keputusannya mundur dari kursi parlemen.













