Survei IPO: Kepuasan Publik terhadap Gibran Masih Rendah, Jauh di Bawah Prabowo

JurnalPatroliNews – Jakarta – Hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Temuan ini dipaparkan dalam rilis bertajuk “Satu Tahun Pemerintahan: Evaluasi dan Catatan Publik” yang digelar di Tjikko Coffee, Jalan Ciasem, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, mengungkapkan bahwa angka kepuasan publik terhadap Gibran relatif rendah. “Secara keseluruhan, tren kepuasan publik terhadap Wakil Presiden hanya mencapai 29 persen,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, sekitar 34 persen responden menyatakan cukup puas dengan kinerja Gibran selama setahun menjabat. “Sementara itu, angka kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto jauh lebih tinggi, yakni mencapai 86 persen,” jelasnya.

Perbedaan mencolok tersebut, lanjut Dedi, tidak serta-merta menunjukkan penilaian negatif terhadap kinerja Gibran. Menurutnya, rendahnya tingkat kepuasan lebih disebabkan oleh peran terbatas yang dimiliki wakil presiden dalam sistem pemerintahan Indonesia.

“Wapres tidak memiliki kewenangan langsung kecuali bila ada pelimpahan tugas dari presiden. Karena itu, survei ini hanya menggambarkan sejauh mana publik merasa puas dengan kehadiran Gibran sebagai pendamping Presiden Prabowo,” terangnya.

Dalam survei yang dilakukan pada 9 hingga 17 Oktober 2025 itu, IPO melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Seluruh responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan komposisi 41 persen warga perkotaan dan 59 persen dari wilayah pedesaan.

Metodologi yang digunakan adalah stratified multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Dedi menjelaskan bahwa survei ini bertujuan untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. “Kami ingin melihat bagaimana masyarakat menilai kepemimpinan nasional, baik dari sisi stabilitas politik, kinerja ekonomi, maupun efektivitas kebijakan publik,” ujarnya.

Meskipun tingkat kepuasan terhadap Gibran masih rendah, Dedi menilai hasil ini wajar untuk tahun pertama pemerintahan. “Wapres baru berperan dalam penyesuaian dan konsolidasi, sehingga ke depan angkanya bisa meningkat seiring dengan pembagian peran yang lebih strategis,” pungkasnya.