JurnalPatroliNews | Banjarmasin – TNI mengerahkan satu unit tambahan pesawat Hercules C-130 bernomor registrasi A-1328 dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). Pengerahan tersebut ditujukan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, pesawat Hercules A-1328 telah dinyatakan siap beroperasi setelah menjalani uji statis dan dinamis serta memperoleh sertifikasi dari Pusat Kelaikan, Keselamatan Terbang dan Kerja TNI Angkatan Udara (Puslaiklambangjaau).
Pesawat tersebut dilengkapi dua konsol penyemai dengan kapasitas total yang disebut mencapai lima ton untuk membawa bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) atau dry ice. Penerbangan menuju Banjarmasin itu juga membawa perekayasa ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Armada OMC di Banjarmasin Bertambah
Kedatangan Hercules A-1328 menambah kekuatan armada udara yang disiagakan untuk mendukung OMC di Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin.
Menurut keterangan TNI, total armada yang disiapkan di pangkalan tersebut menjadi empat pesawat, terdiri atas satu Hercules C-130, satu CN-295, dan dua Cassa N-212.
Sementara itu, di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan, disiagakan tiga pesawat pendukung OMC, yakni satu Hercules C-130 dan dua Cassa N-212.
Penempatan armada di dua pangkalan tersebut merupakan bagian dari dukungan udara TNI dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla dan kabut asap.
Dukung Upaya Penanganan Karhutla
Operasi Modifikasi Cuaca merupakan salah satu upaya untuk memengaruhi proses pembentukan dan pertumbuhan awan agar peluang terjadinya hujan dapat meningkat pada kondisi atmosfer yang mendukung.
Dalam pelaksanaannya, pesawat membawa bahan semai yang digunakan sesuai dengan kebutuhan operasi dan pertimbangan teknis. Keberhasilan kegiatan tersebut tetap bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan awan yang sesuai, serta hasil evaluasi tim di lapangan.
TNI menyatakan dukungan alutsista udara ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan dengan instansi terkait untuk membantu penanganan karhutla, mengurangi dampak kabut asap, dan mendukung upaya pengendalian titik api di kawasan rawan.
Penambahan pesawat diharapkan memperkuat kesiapan operasional OMC di Kalimantan Selatan. Namun, dampaknya terhadap penurunan titik api dan kualitas udara perlu dinilai berdasarkan hasil pelaksanaan operasi serta pemantauan kondisi cuaca dan karhutla.
Keterlibatan TNI bersama BRIN dan instansi terkait menjadi bagian dari koordinasi lintas lembaga dalam mendukung penanganan bencana hidrometeorologi dan kebakaran hutan serta lahan di Indonesia.













Komentar