JurnalPatroliNews | Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan pemeliharaan dan perbaikan jalan tol secara berkala untuk menjaga kualitas infrastruktur serta meminimalkan gangguan terhadap perjalanan pengguna jalan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan pekerjaan preservasi dilakukan berdasarkan kondisi perkerasan dan tingkat kerusakan di lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas jalan di tengah tingginya beban lalu lintas harian.
“Jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh. Pemeliharaan yang tepat menjadi bagian penting dalam mempertahankan keandalan infrastruktur dalam jangka panjang, karena kualitas jalan tol yang terjaga turut mendukung perjalanan pengguna jalan yang lancar, aman dan nyaman,” ujar Rivan dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Penambalan hingga Rekonstruksi Perkerasan
Jasa Marga menerapkan beberapa metode penanganan sesuai dengan jenis dan tingkat kerusakan jalan. Untuk kerusakan ringan, perbaikan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, metode scraping and filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang kualitasnya menurun, kemudian menggantinya dengan lapisan baru.
Pada kerusakan yang lebih berat, penanganan dapat berupa rekonstruksi perkerasan, baik pada jalan beraspal maupun jalan beton. Pekerjaan ini meliputi pembongkaran bagian yang rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton.
Rivan menjelaskan, durasi pekerjaan rekonstruksi berkisar satu hingga empat hari, bergantung pada tingkat kerusakan, metode yang digunakan, dan kondisi lapangan. Khusus pekerjaan beton, jalan baru dapat dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan untuk menjamin keselamatan pengguna.
Pekerjaan Tertentu Dijadwalkan Malam Hari
Untuk mengurangi dampak terhadap arus lalu lintas, sejumlah pekerjaan preservasi dijadwalkan pada malam hari, khususnya pukul 22.00 hingga 05.00.
Pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan teknis di lokasi. Meski demikian, pekerjaan tetap berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan terus kami evaluasi, mulai dari pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan hingga pengamanan di lokasi, agar gangguan perjalanan dapat diminimalkan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan,” kata Rivan.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk memperhitungkan waktu perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas ketika melintasi lokasi pekerjaan.
Kendaraan ODOL Jadi Tantangan Pemeliharaan
Selain kondisi perkerasan dan beban lalu lintas harian, kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) turut menjadi tantangan dalam menjaga kualitas jalan tol.
Menurut Rivan, kendaraan yang melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan, memperpendek umur layanan jalan, dan meningkatkan kebutuhan pemeliharaan.
“Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol,” ujarnya.
Pengendalian kendaraan dengan muatan berlebih menjadi salah satu aspek penting dalam upaya menjaga daya tahan infrastruktur. Di sisi lain, pemeliharaan yang terencana diperlukan agar kerusakan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Integrasikan Infrastruktur dan Layanan Pengguna
Jasa Marga juga mendorong integrasi pemeliharaan infrastruktur dengan peningkatan fasilitas tempat istirahat atau rest area serta layanan informasi perjalanan.
Rivan menyebut, integrasi ketiga aspek tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan yang berorientasi pada pengalaman pengguna atau customer experience.
“Jasa Marga terus memperkuat integrasi tiga pilar layanan meliputi preservasi, rest area, dan layanan informasi jalan tol, sebagai bagian dari transformasi pelayanan untuk meningkatkan customer experience,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya transformasi pelayanan BUMN yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, termasuk melalui arahan Danantara Indonesia.
Jasa Marga menegaskan bahwa pemeliharaan jalan tol akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas pekerjaan, keselamatan, dan kelancaran perjalanan. Pengguna jalan diharapkan memantau informasi resmi mengenai pekerjaan di ruas yang akan dilalui agar dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dan berkendara dengan aman.















Komentar