JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali melalui Komandan Seskoal, Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo, menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan dalam pendidikan militer tingkat lanjut. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-64 Tahun Ajaran 2025 di Auditorium Jos Soedarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan.
Dalam sambutannya, Kasal menyebut keberhasilan para perwira untuk mengikuti Dikreg merupakan pengakuan atas dedikasi, prestasi, dan potensi mereka sebagai pemimpin masa depan. Ia menekankan agar kepercayaan ini dijadikan sebagai dorongan untuk mengikuti pendidikan dengan sepenuh hati dan semangat juang yang tinggi.
“Dikreg Seskoal bukan sekadar pendidikan, tetapi ruang pembentukan karakter dan kemampuan strategis bagi para perwira,” tegasnya.
Melalui program ini, para perwira siswa (Pasis) akan dibina untuk memperkuat pola pikir kritis, meningkatkan kapasitas analisis, dan memperluas wawasan dalam konteks pertahanan laut dan dinamika global. Mereka juga dilatih untuk menyusun strategi operasi laut dan menghasilkan gagasan inovatif yang dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Cetak Pemimpin Tangguh dan Adaptif
Kasal menekankan bahwa output dari Seskoal harus berupa prajurit-prajurit unggulan yang memiliki intelektualitas tinggi, kepribadian yang tangguh, kepemimpinan yang berjiwa pengorbanan, serta fisik dan mental yang prima. Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai kesatria, akhlak mulia, serta dedikasi tinggi terhadap tugas negara.
“Pendidikan ini bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga tentang membentuk karakter kuat dan keteladanan dalam kepemimpinan. Semua itu harus dilakukan dengan niat ibadah untuk kemaslahatan bangsa,” ujarnya.
Diikuti oleh 123 Pasis dari Berbagai Matra
Dikreg Seskoal Angkatan ke-64 TA 2025 diikuti oleh 123 perwira siswa, terdiri dari 116 personel TNI AL dari berbagai korps: Pelaut (27), Teknik (23), Elektronika (9), Suplai (16), Marinir (22), Kesehatan (5), Khusus (8), Polisi Militer (3), dan Hukum (3). Selain itu, terdapat juga 3 peserta dari TNI AD dan 4 dari TNI AU. Dari total peserta, 121 di antaranya adalah pria dan 2 merupakan perwira wanita.
Menutup sambutannya, Kasal menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin sebagai langkah awal untuk menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi TNI dan bangsa Indonesia.
“Masa depan negara sangat bergantung pada kualitas para pemimpinnya. Pendidikan ini adalah fondasi awal untuk mempersiapkan tanggung jawab besar itu,” pungkasnya.














