TNI AL Selamatkan Kerugian Negara Rp14,7 Triliun dari Berbagai Aktivitas Ilegal di Laut

JurnalPatroliNews – Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam nasional.

Melalui sinergi antara Satintelmar Pusintelal, Kodaeral I, III, IV, dan BAIS TNI, prajurit TNI AL berhasil menggagalkan distribusi ilegal pasir timah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, pada awal Mei 2026.

Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksdya TNI Denih Hendrata, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa pihaknya mengamankan sekitar 16 ton pasir timah senilai Rp800 juta.

Barang tersebut dikuasai oleh PT Tambang Wancheng Indonesia yang tidak mampu menunjukkan dokumen resmi yang sah saat penangkapan dilakukan.

“Ditemukan sejumlah kejanggalan dalam dokumen distribusi yang hingga kini masih terus didalami sebelum diserahkan kepada Penyidik PPNS ESDM,” ujar Pangkoarmada RI di Jakarta, Selasa (12/5).

Acara tersebut turut dihadiri Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Guru Besar UIN Jakarta Profesor Dr. KH. Achmad Tjahja Nugraha.

Capaian Operasi Keamanan Laut Selain kasus pasir timah, TNI AL juga memaparkan keberhasilan operasi keamanan laut sepanjang tahun 2025 hingga Mei 2026.

Sepanjang 2025, TNI AL berhasil menyelamatkan kerugian negara mencapai Rp14,7 triliun serta memproteksi lebih dari 24,5 juta jiwa dari ancaman narkotika.

Sedangkan untuk periode Januari hingga Mei 2026, total potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp112,9 miliar dari berbagai kegiatan ilegal seperti illegal trading, narkoba, hingga illegal mining.

Puspenerbal TNI AL juga berkontribusi dengan menggagalkan empat kegiatan ilegal yang menyelamatkan potensi ekonomi sebesar Rp2,6 miliar.

Dukungan Program Prioritas Nasional Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras TNI AL dan berpesan agar prajurit tidak lelah dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah perairan.

Langkah tegas ini merupakan implementasi nyata tugas TNI AL dalam mendukung Asta Cita dan program prioritas Presiden RI.

Sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas patroli guna memastikan kedaulatan hukum di seluruh wilayah yurisdiksi NKRI tetap terjaga