JurnalPatroliNews – Jakarta – Kapal Perang Republik Indonesia KRI Nala-363 yang dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 tiba dan bersandar di Dermaga Madura, Koarmada II Surabaya, Senin (3/8/2026).
Kapal perang TNI Angkatan Laut tersebut membawa 32 korban hasil evakuasi dari lokasi insiden di perairan utara Sumenep, Madura. Dari jumlah tersebut, 30 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup, sementara dua korban lainnya ditemukan meninggal dunia.
Kedatangan KRI Nala-363 disambut langsung oleh Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo N.S., unsur Kepolisian Republik Indonesia, serta personel Basarnas yang telah bersiaga di dermaga.
Setelah kapal bersandar, seluruh korban segera dievakuasi menuju fasilitas kesehatan dan Posko Crisis Center guna mendapatkan penanganan medis serta proses identifikasi lebih lanjut.
Pangkoarmada II menjelaskan bahwa KRI Nala-363 melaksanakan operasi kemanusiaan bersama Tim SAR Gabungan dengan mengevakuasi korban dari sejumlah kapal yang lebih dahulu memberikan pertolongan di lokasi kebakaran.
Proses tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mempercepat penyelamatan penumpang dan awak kapal yang menjadi korban insiden.
Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi serta meminimalkan risiko korban lebih lanjut.
Dalam mendukung operasi SAR tersebut, TNI Angkatan Laut turut mengerahkan sejumlah alutsista, antara lain:
- KRI Bung Hatta-370;
- KRI Nala-363;
- Pesawat Udara NC 212-200 Aviocar U-6206.
Pengerahan unsur laut dan udara tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI AL dalam mendukung operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia.
Hingga saat ini, KRI Bung Hatta-370 masih berada di lokasi kejadian untuk melaksanakan patroli sekaligus mendukung kelanjutan operasi SAR bersama Tim SAR Gabungan.
Koarmada II menegaskan akan terus bersinergi dengan Basarnas, Polri, dan seluruh instansi terkait guna mengoptimalkan proses pencarian, penyelamatan, serta penanganan korban hingga operasi dinyatakan selesai.
TNI Angkatan Laut juga memastikan seluruh unsur yang terlibat tetap disiagakan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Pengerahan kapal perang dan pesawat udara dalam operasi penyelamatan ini merupakan implementasi tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang menjadi salah satu fungsi TNI dalam membantu penanggulangan bencana dan kecelakaan transportasi.
TNI AL menegaskan bahwa seluruh langkah evakuasi korban dilakukan berdasarkan perintah langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, sebagai bentuk komitmen memberikan bantuan kemanusiaan serta menjamin keselamatan masyarakat di wilayah perairan Indonesia.














Komentar