JurnalPatroliNews | Jakarta — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). TNI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait melaksanakan operasi tersebut pada Jumat (23/10/2026) guna mendukung upaya pengurangan dampak kebakaran dan kabut asap di wilayah terdampak.
Dalam pelaksanaan operasi, pesawat CN-295 yang dilengkapi perangkat console melakukan penyemaian sebanyak 2 ton garam. Sementara itu, tiga pesawat Cassa C-212 melaksanakan tiga sorti penerbangan dengan total penyemaian 2,3 ton dry ice.
Dengan demikian, total material yang disemai dalam kegiatan tersebut mencapai 4,3 ton, terdiri atas garam dan dry ice yang digunakan sesuai kebutuhan operasi.
Pelaksanaan OMC tidak dilakukan secara sembarangan. Penentuan lokasi dan waktu penyemaian mempertimbangkan kondisi atmosfer serta hasil analisis cuaca agar pelaksanaan operasi sesuai dengan kondisi meteorologis di wilayah sasaran.
Penggunaan material penyemaian juga disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan. Melalui pendekatan tersebut, operasi diarahkan untuk mendukung peningkatan potensi hujan di kawasan yang menjadi sasaran penanganan karhutla.
Sinergi Lintas Instansi Hadapi Karhutla
Keterlibatan TNI, BMKG, dan instansi terkait menjadi bagian dari upaya terpadu dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan. Operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat mendukung penanganan kondisi lingkungan di wilayah terdampak, terutama dalam upaya mengurangi dampak kebakaran dan menekan kabut asap.
Di tengah kebutuhan penanganan karhutla, pelaksanaan OMC memerlukan analisis cuaca yang cermat serta koordinasi antarpihak. Kondisi atmosfer menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan peluang dan efektivitas penyemaian awan.
Meski demikian, modifikasi cuaca merupakan salah satu langkah pendukung dalam penanggulangan karhutla, bukan pengganti upaya pemadaman langsung, pengawasan titik api, maupun pencegahan kebakaran di darat.
Sinergi lintas instansi diharapkan dapat memperkuat respons terhadap karhutla sekaligus membantu mengurangi risiko dampak kebakaran bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui pelaksanaan operasi tersebut, TNI bersama BMKG dan instansi terkait terus mendukung langkah penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Keberhasilan upaya ini tetap bergantung pada kondisi atmosfer, perkembangan cuaca, serta keterpaduan penanganan kebakaran di wilayah terdampak.













Komentar