JurnalPatroliNews – Jakarta – Perusahaan rintisan teknologi saraf Neuralink, yang didirikan Elon Musk, bersiap memasuki fase baru dengan rencana produksi massal perangkat antarmuka otak–komputer mulai 2026. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Musk melalui unggahan di platform X pada Kamis, 1 Januari 2026.
Dalam keterangannya, Musk menyebut Neuralink akan beralih ke sistem produksi berkapasitas tinggi, sekaligus mengandalkan prosedur bedah yang jauh lebih efisien dan hampir sepenuhnya dijalankan secara otomatis. Targetnya, proses pemasangan implan tidak lagi membutuhkan intervensi manual manusia.
Ia menjelaskan bahwa untaian elektroda pada perangkat Neuralink dirancang mampu menembus dura mater—lapisan pelindung otak—tanpa perlu mengangkatnya. Menurut Musk, terobosan ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan teknologi implan saraf.
Meski pihak Neuralink belum mengeluarkan pernyataan resmi, pengumuman tersebut menandakan keseriusan perusahaan untuk mempercepat tahap komersialisasi teknologi yang selama ini masih terbatas pada uji klinis.
Mengacu pada laporan Reuters, implan Neuralink dikembangkan untuk membantu pasien dengan gangguan saraf berat, termasuk penderita cedera tulang belakang. Pasien pertama yang telah ditanamkan implan dilaporkan mampu memainkan gim, berselancar di internet, mengunggah konten ke media sosial, hingga menggerakkan kursor komputer hanya melalui sinyal pikiran.
Uji coba pada manusia dimulai pada 2024, setelah Neuralink berhasil memenuhi persyaratan keselamatan yang sebelumnya menjadi perhatian Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Pada 2022, FDA sempat menolak permohonan uji klinis perusahaan ini karena kekhawatiran terkait keamanan.
Pada September lalu, Neuralink mengungkapkan bahwa sedikitnya 12 individu dengan kelumpuhan berat di berbagai negara telah menerima implan tersebut. Para penerima implan disebut mampu mengendalikan perangkat digital maupun alat fisik menggunakan aktivitas otak mereka.
Dari sisi pendanaan, Neuralink juga mencatat kemajuan signifikan. Perusahaan ini berhasil meraih investasi sebesar 650 juta dolar AS dalam putaran pendanaan yang digelar pada Juni 2025, memperkuat fondasi finansial untuk ekspansi produksi.
Jika rencana produksi berskala besar dan otomatisasi penuh dapat direalisasikan pada 2026, Neuralink berpeluang menjadi pionir utama dalam teknologi antarmuka otak–komputer, sekaligus membuka peluang baru dalam dunia medis, rehabilitasi, dan penanganan gangguan saraf serius.









