Sertifikasi Remote Pilot FASI di Manado Sukses Dilaksanakan

  • Whatsapp
Peserta pelatihan dan Sertifikasi Basic Remote Pilot FSI ke 40 (XL).

JurnalPatroliNews – Manado — Sebanyak 38 Remote Pilot (Drone Pilot) se- Sulawesi Utara mengikuti pelatihan dan Sertifikasi Basic Remote Pilot FSI ke 40 (XL).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Staf Potensi Kedirgantaraan TNI AU (Spotdirgaau) dan Federasi Aero Sport (FASI) di Gedung Balai Prajurit Lanud Sam Ratulangi Manado tanggal 30-31 Oktober 2021.

BACA JUGA :

Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI M Satrio Utomo selaku Ketua FASI Prov.Sulut  menyebutkan, penggunaan drone dimasa depan akan semakin banyak di Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado.

“Oleh karena itu, regulasi  drone harus disosialisasikan demi keselamatan dan keamanan bagi semua pihak,” kata Satrio Utomo dalam rilis yang diterima jurnalpatrolinews.co.id.

Lanud Sam Ratulangi sebagai pemegang otoritas pengawasan ruang udara, sekaligus juga pimpinan FASI Sulut yang menjadi wadah pembinaan klub-klub komunitas pencinta olahraga Dirgantara perlu mensosialisasikan regulasi penggunaan ruang udara kepada masyarakat.

“Agar ruang udara Sulut terbebas dari pelanggaraan penggunaan drone yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan dan keamanan ruang udara,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Bidang Sertifikasi dan Lambangja FASI yg juga menjabat Paban II Spotdirga, Kol Pnb Agung Sasongkojati sebagai pimpinan latihan bersama Tim Instruktur FASI mengajarkan 12 materi pokok  “aeronautical knowledge” wajib dalam CASR Part 107 tentang pengoperasian Pesawat Tanpa Awak Kecil (Drone).

Disamping itu juga tentang perawatan dan pemeliharaan drone, serta aturan terkait seperti PP No. 4 Tahun 2018 tentang Pengamanan Wilayah Udara.

Dimana Ditjenhubud bersama TNI AU bertugas mengatur dan mengamankan ruang udara nasional dalam kerjasama sipil-militer. 

Bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan, maka Spotdirga TNI AU melalui FASI akan memberikan sertifikat lisensi sebagai tanda kecakapan mengoperasikan drone dengan memenuhi faktor keamanan negara dan keselamatan penerbangan.

Peserta mengikuti ujian prosedur terbang setelah mengikuti ujian kelas menggunakan sistem Internet Based e-Test dari gadget masing-masing peserta.

Peserta mendapat soft copy materi pelajaran, remote pilot handbook dan logbook, serta baju seragam terbang.

Selama pelatihan dan sertifikasi peserta mengikuti protokol kesehatan ketat setelah menjalani tes swab antigen.

(***/BennyManoppo)

Pos terkait