Temuan Ikat Kepala Berteknologi Tinggi Diklaim Dapat Mengurangi Stres, Peranti Terbaru Para Atlet

  • Whatsapp
Emma Baumert mengatakan ikat kepala FocusCalm membantunya rileks. EMMA BAUMERT

JurnalPatroliNews – Emma Baumert mengakui saat pertama kali mengenakan ikat kepala berteknologi tinggi, dia merasa terlihat konyol.

“Tapi saya juga merasa sangat keren ketika mengenakannya, karena saya sosok yang membosankan.”

Remaja 24 tahun dari Illinois ini adalah anggota tim atlet papan luncur es (bobsled/Skeleton) Amerika Serikat.

Seorang atlet serba bisa, dia juga pelatih angkat besi berkualitas, dan tahun ini dia memperoleh gelar master dalam fisiologi olahraga.

Ikat kepala yang sekarang dia kenakan adalah perangkat neurofeedback atau EEG (electroencephalogram).

Populer di kalangan orang-orang yang berkecimpung di dunia olahraga, alat ini dapat mengukur gelombang otak pemakainya.

Otak yang mengalami stres mengeluarkan lebih banyak gelombang atau sinyal, karena peningkatan aktivitas listrik. Ide di balik alat ini adalah, bersama dengan meditasi, ikat kepala dapat membantu penggunanya melatih dirinya agar menjadi lebih tenang.

Dan kemudian pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja mereka.

Tetapi apakah alat tersebut, yang biasanya digunakan oleh dokter untuk menguji kondisi seperti epilepsi dan stroke, benar-benar bermanfaat dalam membantu orang untuk mengurangi stres mereka?

Baumert mengatakan dia ingin mengetahuinya setelah mencoba sebuah headset bernama FocusCalm dua tahun lalu.

“Setelah menggunakannya sendiri, saya seperti ‘ingin melakukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini’,” ujarnya.

Jadi, dia menghubungi perusahaan di balik produk itu, BrainCo yang berbasis di Massachusetts, AS.

Mengetahui studi universitasnya yang relevan, dan partisipasinya dalam kegiatan angkat besi dan olahraga musim dingin, mereka mengundangnya untuk menjadi peneliti paruh waktu selama beberapa bulan pada 2020 dan awal tahun ini.

Baumert sekarang meyakini perangkat itu berfungsi.

“Saya harus memvisualisasikan dan belajar bagaimana memiliki kontrol yang lebih baik, dan pelatihan apa yang perlu saya lakukan untuk masuk ke kondisi yang lebih santai, sambil tetap dapat menghasilkan daya ledak yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Pos terkait