RI Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir untuk 2032

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan rencana Indonesia untuk mulai memanfaatkan energi listrik berbasis nuklir pada tahun 2032.

Menurut Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) di Kementerian ESDM, persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) memerlukan waktu yang cukup panjang, bahkan melampaui satu periode pemerintahan.

Pada 2032, Indonesia ditargetkan memiliki PLTN dengan kapasitas 250 Mega Watt (MW).

“Pembangunannya makan jangka waktu tidak 1 periode kabinet, at least (listrik dari nuklir) masuk on grid 2032,” ungkap Eniya dalam acara Media Gathering Subsektor EBTKE, di Kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Senin (9/9/2024).

Sejalan dengan rencana tersebut, Kementerian ESDM juga menargetkan pembentukan Badan Organisasi Nuklir (NEPIO) pada tahun 2024. Badan ini akan bertanggung jawab atas pengawasan implementasi proyek PLTN di Indonesia.

“Saya bertugas untuk mempercepat pembentukan NEPIO. Jika sudah ada pernyataan resmi di Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), kami akan melanjutkan proses untuk mengembangkan NEPIO,” kata Eniya.

Organisasi ini nantinya akan dipimpin oleh Presiden, dengan Menteri ESDM sebagai ketua harian. Selain itu, akan dibentuk kelompok kerja (pokja) yang bertugas mengidentifikasi lokasi pembangunan PLTN serta mengatasi masalah keamanan, hukum, dan lainnya.

“Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) menetapkan bahwa pada tahun 2032 akan ada 250 MW listrik dari nuklir. Lokasinya masih dalam pembahasan, dan NEPIO akan bertanggung jawab atas pengawasan implementasinya,” jelas Eniya.