JurnalPatroliNews – Sagaing – Konflik berdarah di Myanmar kembali menelan korban jiwa. Serangan udara yang dilakukan oleh militer Myanmar menghantam sebuah vihara di Desa Lin Ta Lu, wilayah Sagaing, pada Jumat dini hari, 11 Juli 2025. Akibatnya, sedikitnya 23 warga sipil, termasuk tiga anak-anak, tewas mengenaskan.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat, saat para pengungsi—yang sebelumnya melarikan diri dari pertempuran—memilih berlindung di aula vihara yang mereka anggap sebagai tempat aman.
“Mereka bermalam di vihara karena percaya tempat ibadah tidak akan diserang. Tapi justru di situlah bom dijatuhkan,” ujar salah satu anggota kelompok perlawanan anti-junta kepada AFP, Sabtu, 12 Juli 2025. Ia menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan.
Selain korban jiwa, setidaknya 30 orang lainnya mengalami luka serius dan kini dirawat di fasilitas medis terdekat. Warga setempat menyampaikan bahwa vihara tersebut luluh lantak akibat hantaman bom.
“Saya melihat langsung jenazah korban dimasukkan ke mobil untuk dibawa ke tempat pemakaman. Banyak dari mereka mengalami luka berat di bagian kepala. Ini benar-benar tragedi,” kata seorang saksi mata, yang juga memilih anonim.
Pihak junta belum memberikan pernyataan resmi. Juru bicara militer Myanmar, Zaw Min Tun, hingga saat ini belum merespons pertanyaan media terkait serangan tersebut.
Sagaing merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak konflik sejak kudeta militer menggulingkan pemerintahan sipil pada 2021. Daerah ini sering menjadi target operasi udara militer yang ditujukan untuk menghancurkan basis kelompok pemberontak.
Tragedi ini bukan yang pertama. Serangan serupa juga terjadi pada Mei lalu ketika militer Myanmar mengebom sebuah sekolah di Desa Htein Kwin, menewaskan sekitar 20 orang termasuk murid dan guru.
Meski sempat muncul harapan akan tercapainya gencatan senjata usai bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada Maret, kenyataannya, kekerasan masih terus berlanjut hingga hari ini.














