JurnalPatroliNews – Pakistan -Aksi bom bunuh diri mengguncang Distrik Swat, Pakistan bagian utara, saat berlangsung demonstrasi warga sipil pada Minggu (2/8/2026). Ledakan yang terjadi di sekitar kantor polisi tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk delapan anggota kepolisian, serta menyebabkan 22 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan aparat kepolisian setempat, pelaku diduga berupaya memasuki kompleks kantor polisi yang berada di sebuah persimpangan jalan. Namun, aksinya berhasil dihentikan petugas keamanan sebelum mencapai area dalam kantor.
Deputi Inspektur Jenderal Polisi Swat, Fida Hussain, mengatakan ledakan terjadi di pintu masuk kantor polisi setelah pelaku gagal menembus pengamanan.
“Sebanyak 13 orang, termasuk delapan anggota polisi, tewas akibat bom bunuh diri,” ujar Fida Hussain.
Ia menjelaskan, jasad pelaku telah dievakuasi ke rumah sakit untuk kepentingan proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.
“Pelaku bom bunuh diri mencoba masuk ke kantor polisi yang berada di perempatan, tetapi dihentikan oleh polisi di pintu masuk,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas aksi teror tersebut.
Meski demikian, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku maupun jaringan yang diduga terlibat dalam serangan tersebut.
Distrik Swat diketahui berada tidak jauh dari kawasan perbatasan utara Pakistan yang selama ini menjadi salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas kelompok militan yang relatif tinggi.
Wilayah tersebut juga dikenal sebagai salah satu area operasi kelompok pemberontak Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP), meskipun hingga kini belum terdapat pernyataan resmi yang mengaitkan kelompok tersebut dengan insiden bom bunuh diri ini.
Aparat keamanan Pakistan terus meningkatkan pengamanan di lokasi kejadian serta melakukan penyisiran untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman lanjutan.















Komentar