Han Kuang 2026 Dimulai, Taiwan Siapkan Skenario Hadapi Invasi China

JurnalPatroliNews | Taipei – Pemerintah Taiwan memulai latihan militer tahunan Han Kuang 2026, yang disebut sebagai latihan pertahanan terbesar di negara itu, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman militer dari China.

Latihan yang dimulai pada Rabu (5/8/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 14 Agustus 2026 tersebut melibatkan prajurit aktif, pasukan cadangan, serta unsur sipil dalam berbagai simulasi pertahanan nasional.

Berdasarkan laporan AFP, latihan Han Kuang tahun ini dirancang untuk menguji kemampuan militer Taiwan dalam menghadapi berbagai skenario serangan terhadap pulau yang berpenduduk sekitar 23 juta jiwa itu.

Selain latihan tempur bagi personel militer, pemerintah Taiwan juga melibatkan masyarakat sipil melalui simulasi serangan udara, latihan perlindungan warga, hingga uji ketahanan infrastruktur komunikasi, termasuk perlambatan sementara layanan internet seluler di sejumlah wilayah selama sekitar 30 menit.

Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan pemerintahannya akan terus memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah meningkatnya tekanan militer dari Beijing.

“Ketika otoritarianisme Partai Komunis China terus meluas, teror merah juga menyebar ke seluruh penjuru dunia,” ujar Lai dalam forum keamanan menjelang dimulainya latihan.

Ia menambahkan bahwa Taiwan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanan sekaligus membangun ketahanan masyarakat secara menyeluruh sebagai bagian dari strategi menghadapi berbagai potensi ancaman.

“Kami akan terus meningkatkan pertahanan nasional dan membangun ketahanan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Hubungan antara Taiwan dan China tetap menjadi salah satu isu keamanan paling sensitif di kawasan Asia Timur. Pemerintah China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya berdasarkan prinsip “Satu China” dan berulang kali menyatakan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mewujudkan reunifikasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan dengan mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang secara rutin, serta menggelar sejumlah latihan militer berskala besar di kawasan Selat Taiwan.

Di sisi lain, Taiwan terus memperkuat kemampuan pertahanannya melalui modernisasi alutsista, peningkatan anggaran pertahanan, serta pengembangan strategi perang asimetris yang mencakup pemanfaatan sistem pesawat nirawak (drone) dan teknologi pertahanan lainnya.

Meski demikian, kebijakan peningkatan belanja pertahanan masih menjadi perdebatan politik di dalam negeri, terutama terkait besaran anggaran yang dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan prioritas pembangunan nasional.

Latihan Han Kuang 2026 menjadi salah satu indikator kesiapan Taiwan dalam memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang.

Komentar