Prabowo Siapkan Proyek Bioavtur dari Minyak Jelantah, Investasi Tembus Rp16 Triliun

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan pengembangan industri bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau bioavtur yang bersumber dari minyak goreng bekas (used cooking oil). Proyek energi terbarukan ini diproyeksikan menyerap investasi hingga Rp16 triliun.

Mengacu pada dokumen presentasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pembangunan fasilitas bioavtur tersebut termasuk dalam program besar hilirisasi nasional, yang total investasinya diperkirakan mencapai US$38,63 miliar atau setara Rp618 triliun.

Fasilitas produksi bioavtur akan didirikan di tiga kawasan industri strategis: KBN Marunda, Cikarang, dan Karawang. Proyek ini tak hanya menargetkan penguatan energi hijau, tetapi juga menciptakan lapangan kerja untuk lebih dari 10 ribu orang.

Rencana tersebut merupakan bagian dari 18 proyek hilirisasi prioritas yang dokumen pra-feasibility study-nya telah diserahkan oleh Menteri ESDM sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi, Bahlil Lahadalia, kepada Rosan Roeslani selaku CEO BPI Danantara.

Berikut daftar 18 proyek hilirisasi nasional tersebut:

  1. Smelter Aluminium (Bauksit) di Mempawah, Kalbar — Rp60 triliun, 14.700 tenaga kerja
  2. Industri DME (batubara) di 6 lokasi — Rp164 triliun, 34.800 tenaga kerja
  3. Aspal Buton di Sultra — Rp1,49 triliun, 3.450 tenaga kerja
  4. Mangan Sulfat di Kupang — Rp3,05 triliun, 5.224 tenaga kerja
  5. Stainless Steel Slag di Morowali — Rp38,4 triliun, 12.000 tenaga kerja
  6. Copper Rod & Wire di Gresik — Rp19,2 triliun, 9.700 tenaga kerja
  7. Besi Baja (Pasir Besi) di Sarmi, Papua — Rp19 triliun, 18.000 tenaga kerja
  8. Chemical Grade Alumina di Kendawangan — Rp17,3 triliun, 7.100 tenaga kerja
  9. Oleoresins (Pala) di Fakfak — Rp1,8 triliun, 1.850 tenaga kerja
  10. Oleofood (Kelapa Sawit) di KEK MBTK — Rp3 triliun, 4.800 tenaga kerja
  11. Produk Kelapa (nata de coco, MCT, karbon aktif) di Tayan — Rp2,3 triliun, 22.100 tenaga kerja
  12. Pabrik Chlor Alkali (Garam) di 7 provinsi — Rp16 triliun, 33.000 tenaga kerja
  13. Fillet Ikan Tilapia di Pulau Jawa — Rp1 triliun, 27.600 tenaga kerja
  14. Carrageenan (Rumput Laut) di Kupang — Rp212 miliar, 1.700 tenaga kerja
  15. Kilang Minyak di 18 kota — Rp160 triliun, 44.000 tenaga kerja
  16. Tangki Penyimpanan Minyak di 18 kota — Rp72 triliun, 6.960 tenaga kerja
  17. Modul Surya Terintegrasi di Batang — Rp24 triliun, 19.500 tenaga kerja
  18. Bioavtur (Minyak Jelantah) di Marunda, Cikarang, Karawang — Rp16 triliun, 10.152 tenaga kerja

Langkah ambisius ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah Prabowo untuk mendorong transisi energi dan hilirisasi industri demi menciptakan nilai tambah dalam negeri serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.