JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh inisiatif Koperasi Merah Putih, yang menurutnya merupakan pengejawantahan langsung dari amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 yang menekankan asas gotong royong dan kebersamaan dalam sistem perekonomian nasional.
Pernyataan ini disampaikan Eddy saat menghadiri acara pengukuhan sekaligus penyerahan dokumen legal pendirian Koperasi Merah Putih Kota Bogor, yang digelar di Aula Prof. Abdullah Siddiq, Universitas Ibnu Khaldun, pada Rabu, 22 Juli 2025.
“Konstitusi sudah jelas mengarahkan bahwa ekonomi Indonesia harus dibangun atas asas kekeluargaan. Jadi, keberhasilan Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, tapi bentuk konkret menjalankan amanat UUD 1945,” ungkap Eddy dalam sambutannya.
Tokoh politik yang juga bergelar doktor dari Universitas Indonesia ini menekankan bahwa program koperasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan prinsip inklusivitas—yakni tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mendistribusikan hasil pertumbuhan ekonomi secara lebih merata, sebagai bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang inklusif.
Namun demikian, Eddy juga memberi catatan penting: agar koperasi benar-benar mampu menopang perekonomian masyarakat, harus ada tiga pilar penguatan yang dijalankan, yaitu:
- Permodalan yang kuat dengan perencanaan bisnis yang realistis
- Tata kelola yang transparan dan akuntabel
- Sumber daya manusia yang kompeten dan profesional
Ia menegaskan bahwa kesuksesan koperasi tidak semata soal angka atau jumlah anggota, tetapi tergantung pada seberapa besar publik mempercayai manajemen dan sistem kelembagaannya.
“Kepercayaan publik adalah fondasi dari segala inisiatif koperasi. Tanpa SDM yang profesional dan akuntabilitas yang jelas, koperasi hanya akan menjadi wacana kosong,” pungkas Eddy.
Dengan dukungan dari legislatif dan pemerintah, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi instrumen penggerak keadilan sosial dan pemerataan ekonomi di seluruh penjuru negeri.














