Trump Kecewa Rencana Sekutu Akui Palestina, Kritik Keras Kanada dan Sindir Prancis-Inggris

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana sejumlah negara sekutu seperti Prancis, Inggris, dan Kanada yang berniat memberikan pengakuan resmi terhadap negara Palestina pada September mendatang. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Kamis (31/7) waktu setempat.

Langkah politik yang diambil oleh ketiga negara tersebut dinilai memperkuat posisi Trump yang sejak awal sudah menentang ide pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat.

Trump melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah Kanada atas keputusannya itu, namun ia lebih berhati-hati saat menanggapi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Menurut Trump, pernyataan Macron terkait dukungan terhadap Palestina dinilai “tidak memiliki bobot signifikan” dan “tidak berdampak besar.”

Sebelumnya, inisiatif Macron untuk menyatakan dukungan kepada Palestina telah memicu negara-negara lain mempertimbangkan kebijakan serupa.

Sementara itu, PM Inggris Keir Starmer juga menyampaikan bahwa London akan melangkah mengakui Palestina secara resmi jika tidak ada perubahan berarti dari Israel, khususnya dalam hal penghentian konflik di Gaza.

Menanggapi langkah Inggris, Trump mengaku tidak sejalan. “Saya jujur tidak berada di sisi itu,” ungkapnya menanggapi pertanyaan wartawan.

Leavitt menambahkan bahwa Trump semakin keras menolak dorongan pengakuan negara Palestina, dan memandang kebijakan tersebut justru seperti “memberi hadiah bagi Hamas,” yang menurutnya masih menjadi kendala utama dalam proses gencatan senjata dan pembebasan para sandera.