JurnalPatroliNews – Jakarta – Keluarga Arya Daru Pangayunan, Diplomat Ahli Muda pada Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, kembali menyoroti sejumlah kejanggalan terkait wafatnya Daru. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah keberadaan amplop cokelat misterius yang diterima keluarga usai pemakaman.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mohamad Choirul Anam, mengonfirmasi pihaknya tidak pernah menerima langsung amplop tersebut. Kompolnas hanya mendapatkan informasi serta foto terkait isi amplop dari pihak keluarga.
“Amplop itu akhirnya dibawa ke Polda Metro Jaya pada 22 Juli, setelah kami sarankan agar diserahkan resmi ke penyidik. Penyerahan dilakukan keluarga dengan pendampingan kami,” ujar Anam, Selasa (26/8).
Menurut Anam, isi amplop berupa potongan gabus berbentuk bintang, hati, dan bunga. Benda itu diduga diberikan oleh orang tak dikenal sebelum tanggal 10 Juli, namun baru dilaporkan ke polisi hampir dua minggu kemudian.
“Karena sempat terbuka dalam rentang waktu cukup lama, kemungkinan besar barang itu sudah terkontaminasi sidik jari atau gesekan lain sehingga menyulitkan pemeriksaan forensik,” jelasnya.
Anam menambahkan, penyidik Polda Metro telah menindaklanjuti temuan tersebut. Ia juga menegaskan keluarga Daru dapat meminta penjelasan resmi langsung dari kepolisian, dan Kompolnas siap mendampingi.
“Penyidik terbuka untuk kembali duduk bersama. Kalau ada informasi baru, tentu akan sangat membantu proses penyelidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, menuturkan bahwa amplop itu diterima tepat sehari setelah pemakaman Daru, saat acara pengajian di rumah keluarga. Seorang tamu tak dikenal menyerahkannya kepada keluarga.
“Di dalam amplop ditemukan simbol-simbol dari gabus putih bintang, hati, dan bunga kamboja. Itu sudah kami serahkan ke penyelidik. Kami ingin polisi mendalami makna dari simbol-simbol ini dan mengungkap pesan apa yang hendak disampaikan,” kata Nicholay dalam pernyataan dikutip dari Metro TV, Senin (25/8).
Keluarga pun mendesak agar penyelidikan kematian Daru dilakukan lebih komprehensif, termasuk menelusuri kejanggalan yang mereka temukan.
Seperti diketahui, Daru ditemukan meninggal di kamar indekosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi, 8 Juli 2025. Saat ditemukan, wajah hingga kepalanya tertutup rapat dengan lakban berwarna kuning.
Setelah lebih dari dua pekan penyelidikan, Polda Metro Jaya menyatakan tidak menemukan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Namun, keluarga tetap meminta kejelasan penuh mengenai misteri yang masih menyelimuti kematian sang diplomat muda.











