Dino Patti Djalal Ragukan Teori Bunuh Diri Arya Daru, Soroti Banyak Kejanggalan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, mengaku sulit mempercayai kesimpulan bahwa diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), meninggal dunia akibat bunuh diri.

“Saya bukan aparat kepolisian dan tidak punya akses terhadap data forensik, tetapi sangat berat bagi saya untuk menerima bahwa Arya Daru bunuh diri,” kata Dino melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Jumat (8/8/2025).

Menurut Dino, sejumlah hal dalam kasus ini terasa janggal. Salah satunya, metode yang diduga digunakan Arya Daru, yaitu melilit kepala dengan lakban, dinilai sangat tidak lazim.

“Seumur hidup, saya belum pernah mendengar orang mengakhiri hidup dengan cara seperti itu. Ini tanda tanya besar,” tegasnya.

Dino juga menyoroti fakta bahwa Arya Daru akan segera bertugas di Finlandia — penempatan yang disebutnya sebagai salah satu destinasi idaman bagi diplomat Indonesia.

“Biasanya, menjelang penugasan luar negeri, seorang diplomat penuh semangat dan gairah hidup. Secara psikologis, itu sangat berbeda dengan profil orang yang depresi dan ingin bunuh diri,” ujarnya.

Keanehan lain adalah ketiadaan pesan perpisahan untuk keluarga.

“Orang yang dekat dengan istri dan anak biasanya akan meninggalkan pesan pribadi. Dalam kasus ini, tidak ada satu pun,” lanjut Dino.

Ia pun mempertanyakan hilangnya telepon genggam milik Arya Daru serta rekaman CCTV yang tidak utuh.

“Ponselnya tidak pernah ditemukan hingga kini. Rekaman CCTV pun tidak lengkap. Semua ini memberi kesan seolah kematian ini adalah pembunuhan yang direncanakan,” kata Dino.

Atas dasar itu, Dino meminta kasus ini tetap terbuka dan penyelidikan dilanjutkan.

“Saya mohon, jangan ditutup total. Polisi harus terus mencari bukti dan fakta baru untuk menjelaskan kematian Arya Daru yang penuh kejanggalan ini,” tutupnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada unsur pidana dalam kematian Arya Daru.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan, hasil autopsi menemukan pembengkakan di paru-paru dan gangguan pertukaran oksigen pada saluran pernapasan atas.

“Penyebab kematian adalah gangguan pertukaran oksigen yang membuat korban lemas,” ujarnya dalam konferensi pers.

Hasil ini juga diperkuat dengan identifikasi sidik jari oleh Pusident Bareskrim Polri. Aipda Sigit Kusdiyanto memastikan hanya sidik jari Arya Daru yang ditemukan pada lakban di kepalanya.

“Sidik jari yang terdeteksi di lakban seluruhnya milik ADP,” tegasnya.