Mardiono Dinilai Tak Layak Pimpin PPP Lagi Usai Gagal Masuk ke Senayan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kegagalan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lolos ke parlemen pada Pemilu 2024 membuat posisi Mardiono sebagai Ketua Umum kembali dipertanyakan. Banyak pihak menilai ia tidak layak melanjutkan kepemimpinan partai berlambang Ka’bah tersebut.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menegaskan bahwa kepemimpinan Mardiono justru terbukti tidak efektif. “Hilangnya kursi PPP di DPR terjadi di bawah era Mardiono sebagai Plt Ketum. Jika kegagalan ini diberi kesempatan kedua, risiko kegagalan serupa sangat mungkin terulang,” kata Saiful melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat, 5 September 2025.

Menurut Saiful, tantangan politik 2029 akan jauh lebih berat dibanding pemilu sebelumnya, apalagi PPP kini tidak lagi memiliki representasi di parlemen. “Sangat sulit bagi PPP untuk kembali berkompetisi jika tetap dipimpin sosok yang pernah gagal mengangkat partai,” ujar akademisi Universitas Sahid Jakarta itu.

Di sisi lain, Mardiono menyatakan dirinya tidak memiliki ambisi pribadi untuk tetap menjabat. Namun, ia membuka peluang jika mayoritas kader masih menghendakinya. “Kalau seorang pemimpin dikehendaki oleh orang yang dipimpin, tentu itu panggilan kader. Jadi, bila mayoritas wilayah masih menginginkan, insyaallah saya siap,” ungkapnya dalam Muskerwil DPW PPP Jakarta.

Desakan pergantian pucuk pimpinan PPP sendiri sudah bergulir sejak partai itu gagal menembus ambang batas parlemen 4 persen. Sejumlah pengurus wilayah, tokoh, dan para kiai kini disebut tengah mencari figur alternatif yang diyakini mampu mengembalikan PPP ke Senayan.