Trump Pastikan Netanyahu Tak Lagi Serang Qatar, Usai Insiden Serangan Israel di Doha

JurnalPatroliNews – Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan melancarkan serangan tambahan ke Qatar. Pernyataan ini muncul setelah serangan Israel pada 9 September 2025 memicu kemarahan sejumlah negara Teluk yang merupakan sekutu Washington.

“Dia tidak akan menyerang Qatar,” kata Trump di Gedung Putih kepada awak media, dikutip AFP, Selasa (16/9). Ucapan itu ia lontarkan usai Netanyahu sempat berupaya menyiapkan serangan lanjutan seusai bertemu dengan Menlu AS Marco Rubio di Yerusalem.

Serangan Israel di Doha

Pada 9 September malam, ledakan mengguncang ibu kota Qatar, Doha, akibat serangan Israel yang menargetkan keberadaan pimpinan Hamas. Di lokasi itu diketahui terdapat kantor biro politik Hamas. Militer Israel kemudian mengonfirmasi aksi tersebut.

“IDF bersama ISA melancarkan serangan presisi yang ditujukan kepada para pemimpin senior Hamas,” bunyi pernyataan otoritas militer Israel.

Trump Kecewa pada Israel

Trump mengaku tidak senang dengan langkah sepihak Israel yang tidak memberi informasi lebih dulu terkait operasi militer tersebut.

“Saya tidak senang dengan situasi ini,” tegas Trump. “Kami ingin para sandera kembali, tetapi kami juga tidak puas dengan apa yang terjadi hari ini.”

Selain sebagai mediator negosiasi, AS memiliki hubungan erat dengan Qatar. Negeri kaya minyak itu menjadi tuan rumah pangkalan udara terbesar militer AS di Timur Tengah. Pada 2025, Trump bahkan telah berkunjung ke Doha dan menerima hadiah pesawat Boeing 747-8 dari pemerintah Qatar, yang kini digunakan sebagai pesawat kepresidenan. Qatar juga menjanjikan investasi senilai USD 1,2 triliun ke AS.

Israel Diminta Bertanggung Jawab

Trump menekankan bahwa serangan ke Doha sepenuhnya merupakan keputusan Netanyahu.

“Itu keputusan Perdana Menteri Netanyahu, bukan saya,” ucapnya. “Saya melihat Qatar sebagai sekutu kuat Amerika Serikat, dan saya jelas tidak senang dengan lokasi yang diserang.”