JurnalPatroliNews – Jakarta – Wacana reformasi Polri dinilai tidak boleh hanya berfokus pada aspek teknis semata, melainkan harus menyeluruh dan menyentuh sisi paling mendasar dari kelembagaan kepolisian. Hal itu ditegaskan oleh Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, mantan Asisten Teritorial KSAD, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, agenda pembaruan Polri tidak bisa dilepaskan dari problem fundamental dalam sistem ketatanegaraan. Ia menyoroti UUD 1945, baik versi asli maupun hasil amandemen, yang masih menyisakan kelemahan serius lantaran dianggap asistemik dan akonstitutif.
“Kalau kita tidak memahami belenggu realitas bangsa, termasuk kelemahan konstitusi, maka reformasi Polri akan salah sasaran,” kata Saurip melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis 2 Oktober 2025.
Demokrasi yang Belum Jelas Arah
Saurip menilai, demokrasi Indonesia hingga kini belum memiliki format sistem yang tegas. Model yang dijalankan cenderung merupakan campuran presidensial dan parlementer, sementara warisan otoritarianisme masih membayangi tubuh Polri.
Ia menambahkan, rendahnya legitimasi institusi kepolisian serta maraknya kasus yang melibatkan sebagian elitnya mulai dari narkoba hingga judi onlinetidak cukup dijelaskan sebagai kesalahan moral individu, melainkan berakar dari sistem yang bermasalah.
Usul Pembuktian Terbalik Kekayaan Elit Polri
Saurip bahkan menyebut, jika dilakukan pembuktian terbalik terhadap harta kekayaan pejabat tinggi Polri, ditambah dengan uji kelayakan yang transparan dan melibatkan publik, maka kemungkinan hanya sedikit yang akan lolos.
Polri Dinilai Keluar Jalur dari Konsep Reformasi ABRI
Lebih lanjut, Saurip mengingatkan bahwa dalam gagasan Reformasi Internal ABRI, Polri sejatinya ditempatkan sebagai bagian dari sistem hukum dan keadilan (Law and Justice System). Namun, yang terjadi justru sebaliknya: Polri mengambil peran seperti TNI di masa Orde Baru.
“Ibarat sebuah pertandingan sepak bola, posisi Polri seharusnya wasit. Tapi kenyataannya, kini mereka ikut turun menjadi pemain,” pungkasnya.














