Hamas Bahas Proposal Gencatan Senjata Trump, Janjikan Respons Segera

JurnalPatroliNews – Istanbul – Pimpinan Hamas menyatakan pihaknya tengah mengkaji secara mendalam usulan gencatan senjata yang diajukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Rencana yang diumumkan Washington pada 29 September itu menawarkan penghentian konflik di Gaza serta program rekonstruksi dan restrukturisasi politik.

“Kami menelaah proposal ini dengan serius meski memiliki banyak catatan keberatan,” ujar Mohammed Nazzal, salah satu pimpinan Hamas, dalam wawancara dengan Al Jazeera, Kamis (2/10) malam. Ia menegaskan, respons akhir Hamas akan mempertimbangkan kepentingan rakyat Palestina serta prinsip perjuangan yang selama ini dipegang.

Nazal mengungkapkan bahwa pembahasan dilakukan melalui konsultasi internal Hamas dan dialog eksternal dengan berbagai faksi Palestina, tokoh independen, hingga mediator internasional. “Kami mencari titik temu tanpa terikat tekanan waktu atau ancaman,” tambahnya.

Rencana dari Gedung Putih tersebut mencakup penghentian serangan, pembebasan seluruh sandera Israel dalam 72 jam, serta imbalan pembebasan ratusan tahanan Palestina. Gaza juga diarahkan menjadi wilayah bebas senjata dengan otoritas transisional yang berada di bawah pengawasan badan internasional baru yang dipimpin langsung oleh Trump. Israel sendiri diharuskan melakukan penarikan bertahap dari wilayah Gaza.

Trump sebelumnya memberikan batas waktu tiga hingga empat hari bagi Hamas untuk memberikan jawaban. Proposal ini datang di tengah perang yang telah berlangsung hampir dua tahun, menewaskan lebih dari 66 ribu warga Palestina—sebagian besar perempuan dan anak-anak—sejak Oktober 2023. PBB dan lembaga kemanusiaan dunia berulang kali memperingatkan bahwa Gaza kini berada di ambang kehancuran total akibat kelaparan, penyakit, dan runtuhnya infrastruktur vital.