JurnalPatroliNews – Istanbul – Pemimpin senior sekaligus kepala tim negosiasi Hamas, Khalil Al-Hayya, untuk pertama kalinya muncul di hadapan publik setelah selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh Israel di Doha, Qatar, beberapa waktu lalu.
Kemunculan Al-Hayya terekam dalam sebuah video yang dirilis oleh Hamas pada Minggu (5/10/2025). Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa penderitaan rakyat Gaza akibat agresi Israel jauh lebih berat dibandingkan luka pribadi yang ia rasakan atas kehilangan keluarga.
“Apa yang saya saksikan setiap hari—pembunuhan dan kehancuran di Gaza—telah membuat saya lupa akan rasa sakit karena kehilangan anak-anak saya dan orang-orang tercinta lainnya,” ujar Al-Hayya dalam rekaman tersebut.
Serangan terhadap para pemimpin Hamas dilaporkan terjadi pada 9 September 2025, di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina itu. Menurut keterangan resmi Hamas, Al-Hayya berhasil lolos dari serangan udara tersebut, namun beberapa orang dekatnya menjadi korban.
Mereka yang tewas termasuk Jihad Labad, Homam Al-Hayya (putra Al-Hayya), serta tiga ajudan yang mendampinginya dalam misi negosiasi. Insiden ini menambah panjang daftar serangan yang menargetkan tokoh-tokoh penting Hamas sejak pecahnya konflik Gaza tahun lalu.
Khalil Al-Hayya dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam kepemimpinan politik Hamas. Ia berperan penting dalam proses negosiasi gencatan senjata yang dimediasi oleh sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Qatar dan Mesir.
Kemunculannya di publik dinilai sebagai sinyal bahwa Hamas masih mempertahankan struktur kepemimpinan dan kapasitas politiknya, meski terus menghadapi tekanan militer dan diplomatik dari Israel.
Sementara itu, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait video terbaru tersebut. Namun, pengamat menilai langkah Al-Hayya tampil di depan publik merupakan bentuk perlawanan simbolik terhadap upaya Israel melemahkan barisan kepemimpinan Hamas.














