JurnalPatroliNews – Depok — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Hal ini disampaikan saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kemendikdasmen, yang digelar oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) di Depok beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Kemendikdasmen dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dasar dan menengah, serta mendukung terwujudnya birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.
“Kehadiran para peserta di lingkungan birokrasi menandai munculnya tantangan baru. Dunia terus berubah cepat, perkembangan teknologi pesat, serta meningkatnya tuntutan masyarakat menuntut ASN untuk terus beradaptasi,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Rabu (8/10/2025).
Mendikdasmen juga menegaskan bahwa program Induksi yang menjadi bagian dari Latsar adalah langkah awal penting dalam membentuk pegawai Kemendikdasmen yang RAMAH dan SANTUN.
Akronim RAMAH berarti Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis, sementara SANTUN merupakan singkatan dari Setia, Amanah, Negarawan, Teladan, Unggul, dan Ngemong — nilai-nilai budaya kerja yang dijunjung tinggi di Kemendikdasmen.
Pelatihan dasar CPNS ini bertujuan membentuk Pegawai Negeri Sipil yang berintegritas, profesional, dan berkomitmen pada nilai-nilai dasar ASN.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penguatan budaya kerja melalui Induksi yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kemendikdasmen bekerja sama dengan Dunamis. Sebagai simbol komitmen, Mendikdasmen menyematkan tanda pengenal kepada perwakilan peserta.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, berharap para peserta mampu memahami peran strategis ASN sebagai pelayan publik serta memberikan kontribusi optimal dalam mendukung transformasi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
Program Induksi ini dirancang untuk membantu pegawai baru beradaptasi dengan lingkungan kerja serta meningkatkan profesionalisme melalui orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan kompetensi, dan praktik pemecahan masalah.
Tujuannya memastikan tumbuhnya budaya profesionalisme yang menjadi bekal pegawai dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.














