JurnalPatroliNews – Jakarta – – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesiapannya untuk hadir secara langsung dalam upacara penandatanganan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang akan digelar di Mesir.
Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa momen tersebut akan menjadi langkah penting menuju perdamaian di Gaza, sekaligus momentum pembebasan para sandera.
“Kami akan membawa para sandera kembali pada Senin (13/10) atau Selasa (14/10), dan itu akan menjadi hari yang menggembirakan. Saya akan berusaha melakukan perjalanan ke sana, dan kami sedang mengatur waktu yang tepat,” ujar Trump, Jumat (10/10/2025).
Ia menambahkan bahwa acara penandatanganan tersebut akan digelar di Mesir dan bersifat resmi. “Kami akan pergi ke Mesir, di mana kami akan melakukan penandatanganan tambahan.
Kami sudah melakukan perjanjian awal, tetapi kali ini akan menjadi penandatanganan formal,” katanya.
Sebelumnya, Israel dan Hamas memulai negosiasi tidak langsung mengenai gencatan senjata di kota resor Laut Merah, Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (6/10).
Trump juga menyebut melalui akun Truth Social-nya pada Rabu (8/10) bahwa kedua pihak telah menandatangani tahap pertama dari rencana perdamaian Gaza.
Langkah ini menandai perkembangan diplomatik signifikan setelah berbulan-bulan konflik berkepanjangan yang menimbulkan ribuan korban jiwa dan kerusakan besar di Jalur Gaza.












