Indodax Catat Rekor Transaksi Rp2 Triliun Akibat Gejolak Pasar Kripto

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gejolak kripto global ikut mengguncang pasar dalam negeri. Ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China disebut menjadi pemicu utama lonjakan aktivitas transaksi di platform Indodax, dengan volume perdagangan harian sempat menembus hampir Rp2 triliun.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengungkapkan bahwa situasi memanas antara Washington dan Beijing memicu aksi jual besar-besaran. Peristiwa itu bahkan tercatat sebagai salah satu momen likuidasi terbesar dalam sejarah industri aset digital.

“Waktu itu sekitar tanggal 10 atau 11, begitu Presiden AS Donald Trump bicara soal tambahan tarif 100 persen untuk China, pasar langsung anjlok. Dalam hitungan kurang dari sejam, terjadi likuidasi terbesar sepanjang sejarah kripto,” jelas Antony di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, kepanikan investor dipicu ketakutan akan efek lanjutan perang dagang. Banyak pelaku pasar menarik dana mereka dan memilih menyimpan dalam bentuk tunai. Namun, pasar berangsur pulih setelah Trump mengeluarkan pernyataan penenang tiga hari kemudian.

“Trump kemudian kasih statement, jangan khawatir. Pasar pun berbalik, harga mulai terkoreksi naik,” tambahnya.

Antony menuturkan, pergerakan ekstrem tersebut langsung tercermin di Indodax. Pada hari kejadian, volume jual-beli melonjak hingga Rp2 triliun—angka tertinggi dibanding hari normal.

“Di Indodax, volume transaksi sehari itu hampir Rp2 triliun. Itu angka tertinggi dalam beberapa waktu terakhir,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, fenomena panic selling biasanya diikuti fase pembelian kembali saat harga menyentuh level support. Alhasil, harga aset kripto kembali menguat dalam waktu singkat.

“Awalnya banyak yang panik jual, lalu saat harga jatuh ke area support, investor masuk lagi. Jadi pasar naik-turun, tapi akhirnya rebound,” paparnya.

Melihat ke depan, Antony menilai arah pasar kripto masih akan ditentukan oleh dinamika geopolitik, khususnya hubungan AS–China. Kendati demikian, ia tetap optimistis tren jangka panjang akan positif.

“Kalau lihat data historis, meski jangka pendek fluktuatif, tapi dalam jangka panjang pasar kripto selalu pulih, bahkan tumbuh lebih tinggi,” tegasnya.

Antony menambahkan, meski volatilitas masih tinggi akibat faktor eksternal, industri kripto tetap memiliki katalis positif yang bisa menjadi penopang pertumbuhan di masa mendatang.