JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Rusia menepis laporan sejumlah media Barat yang menyebut rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest, Hungaria, dipastikan tertunda.
Menurut laporan Reuters, seorang pejabat senior Gedung Putih mengonfirmasi bahwa saat ini “tidak ada rencana bagi Presiden Trump dan mitranya dari Rusia untuk bertemu dalam waktu dekat.”
Koresponden Gedung Putih Garrett Haake juga melaporkan bahwa perencanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut kini “ditunda”.
Ia mengutip sumber anonim yang menyebut pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut dibatalkan. “Panggilan telepon awal antara Menlu Rubio dan Menlu Lavrov sebenarnya produktif, tetapi Presiden merasa kedua pihak belum siap melangkah ke tahap selanjutnya,” tulis Haake di platform X.
Laporan ini sejalan dengan kabar CNN yang menyebut persiapan KTT dihentikan sementara. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak Rusia.
Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov menegaskan bahwa “persiapan untuk acara penting ini masih berlangsung” dan menyebut isu penundaan hanyalah upaya untuk mengacaukan proses diplomatik.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova bahkan menuding media Barat telah menciptakan “sirkus informasi” dengan mengandalkan sumber anonim. Ia menilai laporan tersebut tidak berdasar dan sengaja dibuat untuk memengaruhi opini publik internasional.
Sebelumnya, baik Kremlin maupun Gedung Putih telah mengonfirmasi rencana pertemuan di ibu kota Hungaria setelah Trump dan Putin melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pekan lalu. Namun hingga kini, belum ada tanggal resmi yang diumumkan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa persiapan menuju pertemuan tingkat tinggi semacam ini membutuhkan waktu dan perencanaan matang. “Anda telah mendengar pernyataan dari pihak Amerika maupun dari kami sendiri bahwa hal ini masih dalam proses. Jadi, belum ada kerangka waktu pasti yang ditetapkan,” ujarnya kepada wartawan.












