Moskow Hormati Keputusan RI Utus Menlu Sugiono ke KTT ASEAN-Rusia

JurnalPatroliNews | Jakarta – Pemerintah Rusia menegaskan hubungan bilateral dengan Indonesia tetap berjalan erat dan produktif meskipun Presiden Prabowo Subianto tidak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia, pekan lalu.

Penegasan tersebut disampaikan Duta Besar Federasi Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov, dalam kegiatan press briefing yang digelar di kediaman Duta Besar Rusia untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut Zagaynov, Rusia menghormati keputusan pemerintah Indonesia yang menugaskan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk mewakili Presiden Prabowo dalam forum tingkat tinggi tersebut.

“Presiden Prabowo selalu disambut di Rusia. Tentu kami menghormati keputusan Indonesia karena beliau berhalangan hadir kali ini dan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sugiono,” ujar Zagaynov.

Ia menjelaskan, pertemuan ASEAN-Rusia di Kazan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan menjadi landasan kerja sama kedua pihak dalam beberapa tahun ke depan.

Beberapa dokumen penting yang disepakati meliputi deklarasi bersama, Rencana Aksi Kemitraan Strategis ASEAN-Rusia periode 2026–2030, serta pernyataan bersama mengenai penguatan kerja sama di sektor energi dan kebudayaan.

Menurut Zagaynov, sektor energi menjadi salah satu fokus utama dalam kemitraan tersebut. Kerja sama yang dikembangkan mencakup energi konvensional, energi baru dan terbarukan, hingga pemanfaatan teknologi energi nuklir untuk tujuan damai.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, membantah anggapan bahwa ketidakhadiran Prabowo dalam KTT tersebut mencerminkan adanya gangguan dalam hubungan Jakarta dan Moskow.

Menurut Tolchenov, intensitas komunikasi antara kedua negara justru meningkat dalam setahun terakhir.

Ia mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, Presiden Prabowo telah melakukan tiga kunjungan ke Rusia dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sebanyak empat kali.

“Selama 12 bulan terakhir Presiden Prabowo mengunjungi Rusia tiga kali. Dia sudah empat kali bertemu Presiden Putin,” kata Tolchenov.

Ia menambahkan, saat ini Indonesia dan Rusia tengah fokus menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan kedua kepala negara di Kremlin beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sejumlah agenda kerja sama strategis masih berada dalam tahap implementasi sehingga membutuhkan waktu dan koordinasi lanjutan dari kedua pemerintah.

“Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah setelah pertemuan kedua presiden pada April. Kami hanya membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengimplementasikan semuanya,” ujarnya.

Tolchenov menegaskan bahwa komunikasi diplomatik maupun kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia tetap berjalan secara aktif dan konstruktif. Oleh karena itu, absennya Presiden Prabowo dalam KTT ASEAN-Rusia tidak memengaruhi eratnya hubungan kedua negara yang selama ini terus berkembang di berbagai sektor strategis.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Indonesia dan Rusia untuk terus memperkuat kemitraan bilateral, khususnya di bidang energi, perdagangan, investasi, pertahanan, dan kerja sama kawasan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Komentar