Trump Fokus Perkuat Aliansi Indo-Pasifik, Batal Bertemu Kim Jong-un

JurnalPatroliNews – Washington, D.C. – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipastikan tidak akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, selama kunjungan diplomatiknya ke Asia pekan depan.

Kepastian tersebut disampaikan oleh pejabat senior Gedung Putih pada Jumat (24/10/2025), yang menegaskan bahwa agenda tur selama lima hari itu difokuskan pada penguatan aliansi strategis dan kerja sama keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut pernyataan resmi, tur kenegaraan ini mencakup kunjungan ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, dengan serangkaian pertemuan tingkat tinggi bersama para pemimpin negara mitra.

“Meskipun Presiden Trump tetap terbuka untuk berdialog dengan Kim Jong-un di masa depan, tidak ada rencana pertemuan antara keduanya dalam agenda kali ini,” ujar pejabat senior Gedung Putih tersebut, dikutip Sabtu (25/10/2025).

Ia menegaskan, “Diskusi dengan Korea Utara tidak termasuk dalam agenda perjalanan presiden. Fokus utama kunjungan ini adalah memperkuat aliansi strategis dan memastikan keamanan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”

Tur dimulai Minggu (26/10/2025) di Malaysia, di mana Trump dijadwalkan menghadiri penandatanganan perjanjian perdamaian baru yang disebut dapat memperkuat stabilitas dan mengurangi konflik di kawasan Indo-Pasifik.

Selain itu, Trump akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim serta menghadiri jamuan makan malam para pemimpin AS–ASEAN di Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Tokyo.

Di Jepang, Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang baru dilantik menggantikan Fumio Kishida. Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat kemitraan ekonomi dan pertahanan antara kedua negara.

Setelah dari Tokyo, Trump akan melanjutkan lawatan ke Busan, Korea Selatan, pada Rabu (29/10/2025). Ia akan bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung dan dijadwalkan menyampaikan pidato dalam jamuan CEO APEC.

Spekulasi mengenai kemungkinan pertemuan Trump dan Kim Jong-un di Zona Demiliterisasi (DMZ) pun resmi ditepis.

Gedung Putih menegaskan bahwa kunjungan ke Korea Selatan hanya berfokus pada kerja sama bilateral dan isu keamanan regional tanpa agenda dengan pihak Korea Utara.

Pertemuan terakhir antara Trump dan Kim Jong-un berlangsung pada 2019, di mana keduanya sempat berkomitmen terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea.

Namun, kesepakatan itu gagal terealisasi karena perbedaan pandangan soal sanksi dan verifikasi program nuklir Pyongyang.

Sejak saat itu, hubungan diplomatik Washington–Pyongyang membeku. Upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi masih belum menunjukkan kemajuan berarti.

Dengan tidak adanya agenda pertemuan kali ini, para pengamat menilai fokus kebijakan luar negeri Trump kini lebih diarahkan pada penguatan aliansi strategis dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik ketimbang memulihkan dialog tingkat tinggi dengan Korea Utara.