Formasi Baru Komite BPH Migas Ditetapkan, Ini Daftar Lengkapnya

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi melantik Wahyudi Anas sebagai Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang baru, menggantikan Erika Retnowati. Pelantikan digelar di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga melantik sejumlah anggota komite baru BPH Migas. Ia berharap struktur baru ini dapat memperkuat kinerja lembaga dalam menjaga ketahanan energi nasional dan memperbaiki tata kelola distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM subsidi.

“Tujuan kita adalah bagaimana bisa membangun tim yang baik, terutama dalam pengelolaan, karena yang mengendalikan subsidi BBM itu adalah BPH Migas,” ujar Bahlil di Jakarta.

BPH Migas merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang memiliki mandat untuk mengatur dan mengawasi kegiatan usaha hilir migas.

Lembaga ini bertanggung jawab memastikan ketersediaan dan distribusi BBM hingga ke daerah terpencil serta menjaga agar harga jual eceran dan tarif pengangkutan gas bumi tetap adil dan transparan.

Selain itu, BPH Migas berperan mengawasi persaingan usaha di sektor hilir migas serta menetapkan badan usaha yang berhak menyalurkan BBM bersubsidi.

“Mereka bagian dari keluarga besar Kementerian ESDM. Harapan kami, ke depan dapat membangun teamwork yang solid untuk menjaga stabilitas energi nasional,” tambah Bahlil.

Berikut susunan Ketua dan Komite BPH Migas terbaru hasil pelantikan hari ini:

  • Ketua Komite: Wahyudi Anas
  • Anggota Komite: Arief Wardono
  • Anggota Komite: Bambang Hermanto
  • Anggota Komite: Baskara Agung Wibawa
  • Anggota Komite: Eman Salman Arief
  • Anggota Komite: Erika Retnowati
  • Anggota Komite: Fathul Nugroho
  • Anggota Komite: Harya Adityawarman
  • Anggota Komite: Hasby Anshory

Dengan formasi baru ini, Kementerian ESDM menargetkan peningkatan pengawasan penyaluran BBM subsidi, efisiensi logistik energi, serta percepatan transisi energi berkelanjutan di sektor hilir migas.