Industri Swiss Tertekan Hebat akibat Kebijakan Tarif Baru Trump

JurnalPatroliNews – Jakarta – Sektor manufaktur dan ekspor Swiss kembali berada dalam situasi sulit setelah Amerika Serikat mulai menerapkan tarif impor hingga 39 persen sejak Agustus 2025.

Kebijakan yang diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump tersebut menghantam berbagai komoditas unggulan Swiss, mulai dari jam tangan mewah, mesin presisi, cokelat, produk susu seperti keju, hingga industri farmasi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian negeri Alpen tersebut.

Pemerintah Swiss mengakui bahwa beban tarif itu memberikan guncangan serius terhadap kinerja ekspor nasional.

Menurut proyeksi Swissmem yang dikutip Reuters, sektor teknik dan rekayasa berpotensi kehilangan sekitar 30.000 pekerjaan hingga akhir 2026 apabila kebijakan tarif tidak berubah.

Di sisi lain, beberapa perusahaan besar—termasuk Rolex dan Richemont—telah menyampaikan langsung kepada Trump mengenai kerusakan yang ditimbulkan kebijakan tersebut terhadap bisnis mereka saat pertemuan pekan lalu.

Industri jam tangan serta mesin presisi menjadi kelompok yang terkena dampak paling signifikan.

Pfiffner, salah satu produsen mesin presisi bernilai jutaan dolar, mengatakan pesanan dari Amerika Serikat anjlok seketika setelah tarif diberlakukan.

“Kondisi ini membuat usaha apa pun nyaris tidak mungkin berjalan,” ujar CEO Pfiffner, Andreas Ewald. Ia menambahkan, tarif tersebut menyebabkan harga produk mereka di pasar AS melonjak hingga 50 persen karena kombinasi tarif dan nilai tukar.

Sektor makanan olahan juga terkena imbas, dengan produk cokelat dan keju turut masuk daftar barang yang dibebani tarif.

Sementara itu, industri farmasi—komoditas ekspor terbesar Swiss—untuk sementara masih aman karena obat-obatan dikecualikan dalam kebijakan tarif tahap pertama. Namun Trump telah beberapa kali mengisyaratkan kemungkinan memasukkan sektor tersebut dalam putaran tarif berikutnya.

Di tengah tekanan yang meningkat, pemerintah Swiss terus melakukan pendekatan diplomatik dan lobi intensif kepada Washington untuk menurunkan atau mencabut tarif yang dinilai merugikan kedua belah pihak tersebut.