JurnalPatroliNews – Jakarta – Otoritas Hong Kong kembali melakukan gelombang penangkapan terkait proyek renovasi kompleks perumahan Wang Fuk Court, setelah kebakaran hebat melalap tujuh blok gedung di kawasan Tai Po.
Dilansir Associated Press, Sabtu 29 November 2025, delapan individu berusia 40 hingga 63 tahun diamankan dalam operasi terbaru. Mereka terdiri dari subkontraktor pemasangan perancah, pimpinan perusahaan konsultan teknik, dan manajer proyek renovasi.
Penindakan ini merupakan lanjutan dari penangkapan sebelumnya terhadap tiga pekerja perusahaan konstruksi yang disangka terlibat pembunuhan karena dugaan kelalaian. Dalam penggeledahan, polisi turut membawa sejumlah dokumen dan catatan bank sebagai barang bukti.
Kebakaran diyakini berawal dari jaring perancah di lantai bawah salah satu bangunan pada Rabu sore, 26 November 2025. Api kemudian merambat cepat karena adanya panel busa yang mudah terbakar di jendela hampir seluruh lantai gedung. Gabungan antara perancah bambu, jaring renovasi, dan material berisiko tinggi diduga mempercepat perambatan api antarmenara.
Untuk memadamkan api, petugas pemadam kebakaran memerlukan waktu sekitar 24 jam. Lebih dari 2.300 personel diterjunkan, dan sebanyak 79 orang terluka, termasuk 12 petugas. Satu anggota pemadam dinyatakan gugur dalam tugas. Bahkan dua hari setelah insiden, kepulan asap masih tampak meninggalkan bangunan yang telah hangus.
Kompleks hunian berlantai 31 yang dibangun pada era 1980-an tersebut tengah menjalani renovasi besar-besaran. Selain dikenal dihuni banyak lansia, sebagian alarm kebakaran dilaporkan tidak berfungsi saat diuji setelah tragedi.
Sekitar 200 orang masih dinyatakan hilang, sementara 89 jenazah belum dapat diidentifikasi. Upaya penyisiran masih berlangsung petugas menelusuri unit demi unit untuk menemukan korban selamat maupun jasad yang tersisa.
Jumlah korban meninggal kini mencapai 128 jiwa, menjadikan insiden ini salah satu kebakaran paling mematikan yang pernah terjadi di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir. Pihak berwenang meyakini angka korban jiwa masih berpotensi bertambah.














