Thailand Guncang Publik: Larangan Jual Alkohol Sore Hari Resmi Dicabut!

JurnalPatroliNews – Jakarta – Thailand kembali membuat gebrakan besar dalam regulasi minuman beralkohol. Pemerintah secara resmi mencabut larangan penjualan alkohol pada pukul 14.00 hingga 17.00, aturan yang telah diberlakukan selama puluhan tahun.

Dengan pencabutan tersebut, masyarakat kini dapat membeli anggur, bir, dan minuman beralkohol lainnya pada jam-jam yang sebelumnya dilarang.

Sebelumnya, toko minuman keras, bar, dan tempat penyedia lainnya wajib menghentikan penjualan selama tiga jam tersebut.

Namun aturan baru mengizinkan penjualan dimulai pada pukul 11.00 hingga tengah malam dalam masa uji coba, sembari pemerintah mengevaluasi dampak pelonggaran. Kebijakan sementara ini disampaikan mengutip Channel News Asia, Kamis (4/12/2025).

Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan pembatasan penjualan pada jam tertentu serta larangan khusus pada hari-hari besar keagamaan.

Awalnya, regulasi ini dibuat untuk mencegah pegawai pemerintah keluar diam-diam untuk mengonsumsi alkohol saat jam kerja. Namun kini, kondisi sosial dinilai sudah berbeda dan aturan tersebut dinilai tidak lagi relevan, terutama karena sering membingungkan wisatawan.

“Dahulu ada kekhawatiran pegawai pemerintah akan menyelinap keluar untuk minum alkohol, tetapi sekarang sudah berbeda,” ujar Wakil Perdana Menteri Sophon Saram.

Menteri Kesehatan Pattana Promphat dalam pernyataan resminya pada Selasa (2/12/2025) menegaskan bahwa pencabutan larangan tersebut sudah sesuai dengan situasi saat ini serta kebutuhan industri pariwisata yang menyumbang besar terhadap ekonomi negara.

Thailand selama ini dikenal sebagai negara dengan tingkat konsumsi alkohol tertinggi di Asia, terutama minuman bir.

Menurut data World Health Organization (WHO), Thailand menempati peringkat ke-16 dari hampir 200 negara dengan jumlah kematian lalu lintas tertinggi pada 2021.

Sementara data Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mencatat sekitar 33.000 orang tewas dalam insiden mengemudi di bawah pengaruh alkohol sepanjang 2019 hingga 2023.

Pemerintah menekankan bahwa pelonggaran ini tetap akan diawasi secara ketat, mengingat tantangan keselamatan jalan raya masih menjadi sorotan di berbagai daerah di Thailand.