JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah menargetkan seluruh wilayah Provinsi Aceh yang terdampak bencana banjir dan longsor akan kembali menikmati aliran listrik secara penuh paling lambat Senin siang, 8 Desember 2025.
Informasi tersebut muncul dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu malam, 7 Desember 2025.
Dalam laporan yang dipaparkan di hadapan Presiden, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan perkembangan pemulihan infrastruktur kelistrikan di 23 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana.
Mengutip paparan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, pemerintah memastikan bahwa pasokan listrik di seluruh Aceh akan aktif kembali 100 persen pada Senin sekitar pukul 12.00 WIB.
“Dari arahan Bapak Menteri ESDM, besok pukul 12 siang seluruh Aceh sudah menyala seratus persen,” ungkap Suharyanto dalam rapat.
Menanggapi laporan tersebut, Bahlil kemudian menguraikan progres pemulihan listrik di sejumlah daerah yang sebelumnya mengalami gangguan parah akibat bencana.
“Untuk Aceh Tengah, listrik kembali menyala pada pukul 20.30 malam ini, Pak. Kemudian Bener Meriah menyala pukul 20.45, Aceh Tamiang juga pukul 20.30. Semua sudah kembali hidup,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Banda Aceh akan menjadi wilayah berikutnya yang mencapai pemulihan penuh.
“Untuk Banda Aceh, pemulihan total 100 persen akan tercapai antara besok siang hingga malam. Saat ini sudah 95 persen. Sementara Gayo Lues, Pak, sudah menyala penuh,” kata Bahlil.














