JurnalPatroliNews | Banda Aceh – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya unggahan seorang perempuan berinisial SZ yang menampilkan gaya hidup mewah atau flexing. Konten tersebut menjadi sorotan publik setelah diketahui SZ merupakan anak dari Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. Nevirizal.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar, SZ terlihat memperlihatkan sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport, sejumlah jeriken yang disebut warganet diduga berisi bahan bakar solar, serta dokumentasi perjalanan ke sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Jerman.
Unggahan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial, terutama karena Gayo Lues merupakan salah satu wilayah di Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor pada akhir 2025.
Merespons polemik tersebut, dr. Nevirizal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas unggahan anaknya yang menimbulkan persepsi negatif.
“Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Gayo Lues,” kata Nevirizal dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang merasa tersinggung oleh unggahan tersebut.
“Saya memohon maaf kepada pemerintah dan masyarakat yang merasa tersakiti. Ini memang merupakan ketidaksengajaan anak kami, mungkin karena pemikirannya belum sampai ke situ,” ujarnya.
Unggahan Disebut Dokumentasi Lama
Nevirizal menjelaskan bahwa konten yang menjadi sorotan merupakan dokumentasi perjalanan keluarga yang dilakukan pada pertengahan 2025, atau sebelum bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh pada November tahun yang sama.
Menurutnya, saat itu istri dan anaknya melakukan perjalanan ke Korea Selatan untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata.
“Unggahan itu merupakan dokumentasi perjalanan tahun lalu. Anak dan istri saya pergi ke Korea Selatan pada pertengahan 2025 untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata,” jelasnya.
Masih Ramai Diperbincangkan
Meski telah disampaikan klarifikasi dan permintaan maaf, unggahan tersebut masih menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues belum menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik yang berkembang.
Sebagai informasi, Aceh mengalami bencana banjir bandang dan longsor pada November 2025 akibat cuaca ekstrem yang dipengaruhi Siklon Senyar dan diperparah oleh degradasi lingkungan. Proses rehabilitasi dan pemulihan di sejumlah wilayah terdampak masih terus berlangsung











Komentar