JurnalPatroliNews – Jakarta –Â Harga beras konsumsi di Jepang kembali melonjak dan mencatat rekor baru untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir, berdasarkan laporan terkini dari Kementerian Pertanian Negeri Sakura.
Melansir Japan Times, Senin, 8 Desember 2025, harga rata-rata beras di sekitar 1.000 supermarket meningkat 23 Yen dibanding pekan sebelumnya. Kini harga beras berada pada level 4.335 Yen per 5 kilogram, setara sekitar Rp468.500, atau sekitar Rp93.000 per kilogram.
Kenaikan harga terlihat hampir pada seluruh kategori beras. Untuk beras bermerek — terutama varietas baru panen — harga naik tipis menjadi 4.551 Yen per 5 kg (kurang lebih Rp492.000). Sementara itu, segmen beras campur yang selama ini relatif lebih murah justru mengalami lonjakan paling curam hingga 3.870 Yen per 5 kg (sekitar Rp418.000).
Kenaikan signifikan pada beras campur diperkirakan terjadi karena semakin luasnya penggunaan beras panen tahun 2025 untuk kebutuhan pencampuran. Pada pekan yang sama, beras bermerek masih dominan di pasar dengan kontribusi sekitar 68 persen dari total penjualan nasional.
Hasil riset harga dari survei terpisah terhadap 1.200 supermarket menunjukkan kecenderungan serupa. Harga rata-rata beras naik menjadi 3.835 Yen per 5 kg atau sekitar Rp414.000, bertambah 180 Yen dalam sepekan.
Sementara itu, survei lebih besar yang melibatkan sekitar 6.000 pengecer, termasuk toko obat dan jaringan ritel umum, juga memperlihatkan kenaikan harga: rata-rata naik 92 Yen menjadi 4.315 Yen per 5 kg (sekitar Rp467.000).
Data tersebut menandakan bahwa kenaikan harga beras terjadi serempak di berbagai jenis toko di seluruh wilayah Jepang.














