JurnalPatroliNews – Jakarta – Suasana dramatis mewarnai kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto di Islamabad pada Senin, 8 Desember 2025. Sebanyak enam jet tempur JF-17 Thunder milik Angkatan Udara Pakistan dikerahkan untuk mengawal pesawat Garuda Indonesia-1 saat memasuki wilayah udara ibu kota Pakistan tersebut.
Video yang diunggah oleh Kedutaan Besar Pakistan melalui akun Instagram resmi @pakinindonesia memperlihatkan pesawat kepresidenan terbang dalam formasi khusus, dengan tiga jet tempur di sisi kanan dan tiga lainnya di sebelah kiri.
Tidak hanya pengawalan udara, momen tersebut juga disertai komunikasi radio langsung antara pilot jet Pakistan dan Presiden Prabowo Subianto.
“Bangsa Pakistan menyambut Yang Mulia Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Atas nama Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, saya mengucapkan selamat datang kepada tamu terhormat kami dan mempersembahkan tiga pesawat J-17 di sisi kanan serta tiga pesawat J-17 di sisi kiri,” ujar sang pilot melalui radio.
Presiden Prabowo membalas penghormatan tersebut dengan penuh rasa hormat dan apresiasi:
“Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Terima kasih atas pengawalan yang diberikan. Penghormatan setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para pilot Angkatan Udara Pakistan yang gagah berani.”
Sekitar pukul 12.00 waktu setempat, pesawat Prabowo mendarat mulus di Nur Khan Base Airport. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif hadir langsung untuk menyambut kedatangan tersebut.
Penyambutan berlangsung khidmat dengan upacara kehormatan lengkap, termasuk jajar pasukan, dentuman 21 kali Gun Salute, serta pemberian rangkaian bunga oleh seorang anak kecil sebagai simbol kehormatan.
Kunjungan ini memiliki nilai historis tersendiri karena dilakukan bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan. Momentum tersebut juga mengingatkan kembali jejak sejarah kuat kedua bangsa sejak kunjungan Presiden Sukarno ke Pakistan pada 1950, yang menjadi salah satu pondasi eratnya hubungan kedua negara hingga kini.














