Wakapolri Turun ke Sumatera Barat, Fokus Percepatan Perbaikan Jembatan Pascabanjir

JurnalPatroliNews – Jakarta – Usai meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Tengah, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo, melanjutkan kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

Di Sumatera Barat, Wakapolri meninjau langsung kondisi infrastruktur di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Peninjauan tersebut difokuskan pada pemulihan akses penghubung antarwilayah yang terdampak kerusakan akibat banjir.

Komjen Dedi menegaskan bahwa Polri terus bekerja bersama TNI, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait guna mempercepat perbaikan infrastruktur penting, khususnya jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Sejumlah jembatan sementara telah berhasil dibangun dan tengah ditingkatkan kapasitasnya agar segera dapat dimanfaatkan secara optimal. Di Kabupaten Agam, terdapat lima titik jembatan darurat yang telah berdiri, termasuk di kawasan Palembayan yang kini sudah bisa dilalui warga. Selain itu, jembatan di wilayah Sumani, Kabupaten Solok, juga dilaporkan telah berfungsi normal dan mendukung aktivitas masyarakat setempat.

Wakapolri menyampaikan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan dengan menambah dukungan alat berat di lapangan. Langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan akses logistik dan memperlancar mobilitas warga terdampak.

Pada beberapa lokasi lainnya, jembatan darurat direncanakan akan ditingkatkan agar dapat dilalui kendaraan roda empat dengan kapasitas terbatas, sehingga distribusi bantuan serta pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Selain meninjau infrastruktur, Komjen Dedi juga menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Sumatera Barat. Polri menyalurkan 200 paket bantuan bahan pokok yang disiapkan dari Gudang Logistik Polda Sumatera Barat.

Untuk mempercepat penanganan, Polri turut mengerahkan tambahan alat berat dan menempatkan personel di kecamatan-kecamatan dengan tingkat kerusakan paling parah sebagai prioritas utama.

Menurut Wakapolri, pemulihan infrastruktur menjadi fondasi utama dalam penanganan pascabencana. Dengan terbukanya akses jalan dan jembatan, distribusi bantuan, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan segera kembali normal.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, serta kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi secara merata.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat, lanjut Dedi, merupakan wujud nyata peran negara dalam memastikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak bencana alam.