JurnalPatroliNews – Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan mengambil langkah baru dalam penanganan dampak bencana dengan membentuk Satuan Tugas Kuala. Tim khusus ini disiapkan untuk mempercepat perbaikan fasilitas umum serta pemulihan lingkungan di wilayah terdampak.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pembentukan Satgas Kuala saat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025). Menurutnya, satuan tugas ini dirancang sebagai upaya strategis yang terintegrasi.
Sjafrie menjelaskan, Satgas Kuala akan bekerja dengan dua fokus utama. Tim pertama bertugas melakukan pengerukan dan pendalaman kawasan kuala, sedangkan tim kedua diarahkan untuk mengelola serta memanfaatkan sumber air di wilayah tersebut bagi kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, setiap unsur satgas akan dilengkapi sistem pengolahan air terpadu. Air yang diambil dari kawasan kuala akan diproses hingga menjadi air bersih dan layak digunakan. Teknologi penjernihan yang digunakan telah teruji dan sebelumnya diterapkan di sejumlah lokasi bencana lain.
Peralatan filtrasi memanfaatkan material fiber reinforced plastic sebagai tabung penyaring utama. Selanjutnya, air diproses menggunakan metode Reverse Osmosis (RO) guna menyaring partikel mikroskopis, termasuk zat terlarut dan kontaminan berbahaya.
Sebagai tahap akhir, air hasil olahan disterilisasi dengan sinar ultraviolet (UV) untuk memastikan bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya dapat dieliminasi, sehingga aman dikonsumsi warga.
Satgas Kuala secara resmi dibentuk pada hari yang sama dan direncanakan mulai beroperasi dalam dua pekan ke depan dengan basis kegiatan di Kualasimpang. Pemerintah berharap kehadiran satgas ini dapat mempercepat pemulihan wilayah serta menjawab kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.














