Komisi I DPR RI: Indonesia Harus Jadi Suara Moral Lawan Intervensi Militer Sepihak

JurnalPatroliNews – Jakarta -Komisi I DPR RI meminta Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil sikap tegas dan tidak berdiam diri menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. Sukamta, menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan multilateralisme.

Sukamta menilai tindakan sepihak yang dilakukan oleh negara kuat terhadap pemimpin sah negara lain merupakan praktik yang dapat melemahkan kedaulatan negara dan merusak norma-norma internasional yang telah dibangun pasca Perang Dunia II.

Ia memperingatkan bahwa saat ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berada di persimpangan jalan; apakah akan melakukan reformasi agar tetap relevan sebagai penjaga perdamaian, atau justru semakin terpinggirkan oleh tindakan sepihak negara-negara adidaya.

Selain aspek diplomasi global, legislator dari Fraksi PKS ini juga menyoroti kepentingan nasional yang mendesak.

Ia meminta Kementerian Luar Negeri untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera menyiapkan langkah kontingensi guna melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan terdampak.

Menurutnya, keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama di tengah situasi keamanan yang berpotensi memburuk di Amerika Latin.

Sukamta menegaskan bahwa Komisi I DPR RI akan terus mengawal arah kebijakan luar negeri Indonesia agar tetap setia pada konstitusi dan keadilan internasional.

Ia secara terbuka menolak segala bentuk normalisasi intervensi militer yang dianggap mengancam perdamaian dunia. Indonesia diharapkan mampu menjadi suara moral yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan dan menentang segala bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional yang setara.