Pramono Anung Jadikan Nilai Perjuangan MH Thamrin sebagai Fondasi Pembangunan Jakarta

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri peringatan haul ke-85 Pahlawan Nasional Mohammad Husni (M.H.) Thamrin yang dirangkai dengan ziarah ke makamnya di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu, 11 Januari 2025.

Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan tokoh besar tersebut.

Pramono menilai M.H. Thamrin memiliki kontribusi monumental dalam sejarah perjuangan Indonesia, khususnya melalui diplomasi dan lobi internasional dalam melawan penjajahan. Karena peran strategis itulah, menurut Pramono, Thamrin bukan hanya milik masyarakat Betawi, melainkan figur nasional yang jasanya dirasakan seluruh bangsa.

Ia menegaskan, semangat keberpihakan M.H. Thamrin terhadap rakyat kecil menjadi pijakan utama dalam menjalankan kebijakan pemerintahan di Jakarta. Prinsip tersebut, kata Pramono, diwujudkan melalui berbagai program sosial, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), kebijakan pemutihan ijazah, hingga penguatan layanan kesehatan melalui BPJS.

Sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kualitas layanan publik, Pramono mengaku rutin turun ke lapangan dengan mengunjungi puskesmas dan rumah sakit milik Pemprov DKI. Langkah itu dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang layak dan berkeadilan.

Selain soal kebijakan, Pramono juga menyoroti pentingnya soliditas internal Majelis Kaum Betawi sebagai lembaga adat utama di Jakarta. Ia berharap organisasi tersebut dapat berperan maksimal sebagai perekat persatuan, penjaga tradisi, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan masyarakat Betawi.

Dalam momentum haul tersebut, Pramono menyampaikan harapannya agar tidak lagi terjadi perpecahan di tubuh Majelis Kaum Betawi. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh tanggung jawab sebagai gubernur secara konsisten demi kepentingan warga Jakarta.

Pramono turut mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta secara tegas menetapkan budaya Betawi sebagai identitas utama ibu kota. Sejalan dengan itu, Pemprov DKI kini terus menghadirkan unsur Betawi dalam berbagai aktivitas dan ruang publik, mulai dari busana, transportasi umum, hingga ornamen di Balai Kota.

Ke depan, Pramono berharap wajah Betawi semakin kuat mewarnai Jakarta. Ia menargetkan identitas Betawi hadir di batas-batas kota, desain gedung, taman, RPTRA, hingga kawasan strategis lainnya. Untuk itu, ia secara khusus meminta para arsitek dan perancang kota agar selalu menonjolkan karakter Betawi dalam setiap proyek pembangunan Jakarta.