Kunjungi Sekolah Rakyat Banjarbaru, Prabowo Rayakan Ulang Tahun Siswa dan Bernyanyi Bersama

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026, berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Di sela agenda peninjauan sekolah, Kepala Negara turut merayakan hari ulang tahun salah seorang siswi yang berusia 13 tahun.

Siswi tersebut, Adinda Putri Amirulloh, mendapat perhatian khusus ketika Presiden mengetahui bahwa hari kunjungannya bertepatan dengan momen ulang tahunnya. Perayaan sederhana itu pun menjadi sorotan karena menghadirkan suasana akrab antara Presiden dan para pelajar.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pendidikan bebas biaya yang digagas pemerintah untuk membuka akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui penyediaan sarana belajar modern dan sistem pendidikan terintegrasi, program ini diarahkan untuk memutus mata rantai kemiskinan lintas generasi.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut barisan paskibra sekolah dengan yel-yel penuh semangat dan tepuk tangan meriah. Atmosfer ceria langsung terasa sejak awal kunjungan.

Prabowo kemudian menghampiri para siswa dan tampak memberikan perhatian personal, termasuk merapikan dasi dan baret beberapa anggota paskibra. Sikap tersebut mencerminkan kedekatan dan kepedulian Presiden terhadap generasi muda.

Di tengah interaksi tersebut, Presiden menyapa Adinda dan menanyakan identitasnya. Setelah mengetahui bahwa siswi itu tengah berulang tahun ke-13, Prabowo spontan meminta pasukan paskibra memimpin lagu ucapan selamat ulang tahun.

Permintaan itu langsung direspons dengan nyanyian bersama, menghadirkan momen hangat yang disambut senyum dan antusiasme para siswa.

Usai momen perayaan, Presiden melanjutkan agenda peninjauan fasilitas sekolah. Ia mengunjungi berbagai sarana penunjang pembelajaran, mulai dari ruang kelas berbasis digital, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang makan siswa, hingga teater mini.

Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang proses belajar berbasis teknologi bagi lebih dari 15 ribu peserta didik dari keluarga kurang mampu yang kini mengenyam pendidikan di 166 Sekolah Rakyat rintisan di berbagai daerah.