Perkuat Kendali Mutu di Usia 35 Tahun, JNE Matangkan Sinergi QAGC

JurnalPatroliNews – Jakarta – Memasuki tahun 2026 yang ditandai persaingan industri logistik semakin ketat, JNE Express terus memperkuat fondasi operasionalnya melalui penguatan tata kelola perusahaan dan sistem pengendalian mutu yang terintegrasi.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar workshop strategis bertajuk “Sinergi Proses Kerja QAGC 2026: How To Achieve, How To Control” yang berlangsung pada Kamis pagi, 15 Januari 2026, di Yayasan Taman Yatim Piatu Tunanetra Suprapto Suparno, Jakarta Timur.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi JNE, tidak hanya sebagai agenda strategis perusahaan, tetapi juga refleksi perjalanan 35 tahun melayani Indonesia dengan semangat Bergerak Bersama. Seluruh rangkaian workshop diarahkan untuk memperkuat peran Quality Assurance, Governance & Compliance Group (QAGC) sebagai penjaga kualitas layanan, kepatuhan regulasi, serta integritas proses bisnis perusahaan.

Konsolidasi Internal Perkuat Peran QAGC

Ketua Panitia workshop, Elva Mora, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi strategis bagi seluruh insan QAGC di lingkungan JNE. Menurutnya, tantangan ke depan tidak dapat dihadapi secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas fungsi yang solid dan berkelanjutan.

“Workshop ini bukan sekadar forum diskusi. Ini adalah titik awal penyatuan visi, penyamaan persepsi, dan penguatan sinergi lintas fungsi agar setiap insan QAGC memahami perannya dalam menjaga kualitas, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan secara menyeluruh,” ujar Elva.

Ia menambahkan, efektivitas sistem pengendalian tidak hanya ditentukan oleh prosedur tertulis, melainkan oleh komitmen kolektif dan disiplin dalam implementasi sehari-hari.

“Perubahan tidak cukup dirancang, tetapi harus dihidupi dalam budaya kerja,” tegasnya.

QAGC Didorong Menjadi Mitra Strategis Bisnis

Sementara itu, Manager Quality Management System (QMS) JNE, Acik Maratul Khosyiah, menekankan pentingnya memposisikan QMS sebagai mitra strategis bisnis, bukan sekadar fungsi pengawasan.

Menurutnya, konsep How To Achieve Control hanya akan efektif bila didukung konsistensi implementasi di lapangan serta keterlibatan aktif pimpinan unit kerja.

“QMS harus hadir sejak awal proses, berbasis data, dan mampu memberi solusi. Dengan begitu, kontrol menjadi bagian dari budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif,” jelas Acik.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam memahami regulasi, manajemen risiko, serta pemanfaatan sistem digital yang relevan dengan perkembangan industri logistik.

Perubahan Jadi Kunci Hadapi Dinamika Industri

Group QAGC JNE, Samsul Djamaluddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan merupakan keniscayaan untuk menjawab tantangan bisnis ke depan. Meningkatnya volume pengiriman, tuntutan kepuasan pelanggan, serta kepatuhan terhadap standar nasional dan global menuntut transformasi cara kerja yang berkelanjutan.

“Perubahan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. QAGC memiliki peran strategis untuk memastikan pertumbuhan bisnis tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konsep pengendalian tidak dimaksudkan membatasi operasional, melainkan memberikan kepastian, efisiensi, dan mitigasi risiko sejak dini.

“Kontrol yang tepat justru memperkuat proses bisnis dan meningkatkan kepercayaan pelanggan,” tambahnya.

Transformasi Pengawasan dan Sentuhan Sosial

Workshop juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data, audit internal yang adaptif, serta penerapan early warning system untuk meminimalkan risiko operasional. Sinergi antarunit QAGC dinilai menjadi kunci agar pengawasan berjalan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Di sisi lain, kegiatan ini turut diwarnai aksi kepedulian sosial melalui penggalangan donasi sukarela yang disalurkan kepada Masjid Jami Soeprapto Soeparno di sekitar lokasi acara, mencerminkan semangat kebersamaan JNE tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga sosial kemasyarakatan.

Antusiasme peserta semakin terasa dengan adanya sesi door prize. Salah satu penerima hadiah, Zakaria Agustono, mengaku bersyukur atas apresiasi tersebut yang menurutnya menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi.

Menuju Kendali Mutu Berstandar Global

Workshop ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan 2026 sebagai momentum penguatan kualitas layanan JNE. Seluruh hasil diskusi dan kesepakatan akan menjadi dasar implementasi kebijakan QAGC di seluruh jaringan JNE di Indonesia.

Dengan sinergi yang kuat, sistem kendali mutu yang solid, serta semangat perubahan berkelanjutan, JNE optimistis mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan dan memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemimpin industri logistik nasional di usia pengabdian ke-35 tahun.