Politisi Golkar Ajak Jadikan Isra Miraj sebagai Cermin Etika dan Tanggung Jawab Publik

JurnalPatroliNews – Jakarta — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, mengingatkan bahwa peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni keagamaan semata, tetapi menjadi ruang perenungan moral bagi para politisi dalam menjalankan amanah rakyat.

Menurut Ranny, peristiwa agung Isra Miraj sarat dengan pesan nilai yang relevan bagi dunia kepemimpinan. Selain sebagai perjalanan spiritual Rasulullah, momen tersebut juga menegaskan pentingnya tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam memegang kekuasaan.

“Isra Miraj mengajarkan bahwa jabatan bukanlah tujuan, melainkan amanah. Seorang pemimpin dituntut menjalankan tugasnya dengan integritas, hati nurani, serta keberanian berpihak pada keadilan dan kemanusiaan,” kata Ranny kepada wartawan, Sabtu, 17 Januari 2026.

Ia menambahkan, perintah shalat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa tersebut menjadi simbol keseimbangan antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial. Nilai itu, menurutnya, harus tercermin dalam setiap kebijakan publik, khususnya yang menyentuh sektor kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial yang menjadi ruang lingkup tugas Komisi IX DPR RI.

Ranny menilai, semangat Isra Miraj sangat relevan untuk memperkuat komitmen politik yang berpihak pada kelompok rentan, sekaligus menjaga arah politik agar tetap berlandaskan etika dan keadilan sosial.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai momentum memperkokoh moralitas publik. “Spirit Isra Miraj harus hadir dalam kerja nyata, mendengar suara rakyat, serta memperjuangkan kebijakan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.