JurnalPatroliNews – Jakarta – Banjir yang kembali meluas di Jakarta memunculkan sorotan terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sejumlah pihak menilai, suara lantang kader PSI yang dulu kerap terdengar saat banjir terjadi pada masa kepemimpinan Anies Baswedan, kini justru tidak tampak ketika ibu kota kembali dikepung genangan.
Peneliti media dan politik Buni Yani ikut menyinggung hal tersebut. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Kamis, 22 Januari 2026, ia mempertanyakan mengapa kader PSI tidak lagi vokal saat banjir terjadi di berbagai titik Jakarta.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan, hingga sore hari, banjir merendam 45 Rukun Tetangga (RT) dan menggenangi 22 ruas jalan.
Wilayah Jakarta Selatan disebut menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan total 27 RT tergenang. Genangan paling banyak dilaporkan di Kelurahan Petogogan, yang mencatat 26 RT terdampak.
Di Jakarta Barat, terdapat 18 RT yang dilaporkan kebanjiran akibat curah hujan yang sangat tinggi. Kondisi yang cukup mengkhawatirkan terlihat di Kelurahan Sukabumi Selatan, di mana ketinggian air dilaporkan meningkat tajam hingga sekitar 90 sentimeter.
Banjir juga menghambat aktivitas warga karena genangan turut menutup akses di sejumlah jalan. BPBD mencatat 22 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta terendam dengan kedalaman yang bervariasi.
Sementara di Jakarta Utara, beberapa titik di Jalan Gaya Motor ikut tergenang, dengan ketinggian air paling tinggi dilaporkan mencapai 50 sentimeter.














