BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca di Jabar–Jakarta, Armada Udara Ditambah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya pencegahan untuk menekan tingginya curah hujan, menyusul meningkatnya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa kegiatan OMC telah dimulai sejak 12 Januari 2026 dan mencakup wilayah Jawa Barat serta DKI Jakarta. Pada tahap awal, BNPB mengoperasikan dua pesawat khusus untuk penyemaian awan.

“Pelaksanaan OMC dilakukan dengan mengerahkan dua pesawat, yaitu PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma,” ujar Abdul dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).

Ia merinci, pesawat PK-JVH menjalankan 32 penerbangan (sortie) di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai mencapai 32 ton selama periode 13 hingga 22 Januari 2026.

Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan penggunaan bahan semai sekitar 12,4 ton pada rentang 16–22 Januari 2026.

Untuk memperkuat efektivitas pengendalian hujan, BNPB sejak 23 Januari 2026 menambah dua pesawat jenis Caravan ke dalam armada operasi.

“Apabila potensi cuaca ekstrem meningkat, operasi modifikasi cuaca ini juga memungkinkan diperluas hingga wilayah Provinsi Banten,” jelasnya.

Di sisi lain, BNPB mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan longsor, agar tetap waspada terhadap hujan lebat berkepanjangan. Warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika kondisi lingkungan dinilai berisiko dan membahayakan keselamatan.