Sespimti Polri Angkatan ke-35 Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Cisarua

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana ditunjukkan oleh peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-35. Di sela-sela kegiatan pendidikan, para serdik menyambangi lokasi bencana tanah longsor di Cisarua, tepatnya di Desa Pasirlangu, pada Senin, 26 Januari 2026, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Bantuan sosial tersebut diserahkan secara langsung ke posko utama penanganan bencana yang berada di Kantor Desa Pasirlangu. Langkah ini dilakukan agar penyaluran logistik dapat diterima secara tepat oleh para pengungsi dan warga terdampak.

Ketua Senat Sespimti Polri Dikreg ke-35, Kombes Pol Yudhis Wibisana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud empati sekaligus solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat. Paket bantuan meliputi beras, susu, mi instan, serta perlengkapan tidur seperti kasur lipat dan selimut.

“Bantuan ini kami harapkan bisa sedikit meringankan beban warga, khususnya mereka yang saat ini masih mengungsi dan membutuhkan dukungan logistik dasar,” ujar Kombes Yudhis.

Selain diperuntukkan bagi para pengungsi, bantuan tersebut juga diberikan kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta warga yang selamat namun kehilangan tempat tinggal akibat longsor.

“Semoga apa yang kami salurkan dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Yudhis juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa yang ditimbulkan dalam bencana tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.

Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara institusi Polri—khususnya para calon pemimpin masa depan—dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi bencana alam.