Airlangga Imbau Pelaku Pasar Tetap Tenang Hadapi Pelemahan IHSG

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau para investor agar tidak bereaksi berlebihan menyikapi penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026.

Menurut Airlangga, dinamika naik-turun harga saham merupakan risiko yang wajar dalam aktivitas pasar modal. Ia menekankan bahwa fluktuasi indeks merupakan bagian dari mekanisme pasar.

“Tidak perlu panik. Di pasar saham setiap hari pasti ada pergerakan, ada yang menguat dan ada yang melemah,” ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pemerintah, lanjut Airlangga, akan menelusuri faktor-faktor yang memicu pelemahan IHSG. Untuk itu, evaluasi kondisi pasar modal akan dilakukan melalui rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Selain dengan OJK, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) guna memantau dan mengevaluasi situasi perdagangan saham.

“Rapatnya dijadwalkan besok. Setelah itu kami akan terus memonitor perkembangan pasar,” jelasnya.

Airlangga menyebut tekanan terhadap IHSG dipengaruhi oleh faktor teknis, salah satunya penyesuaian indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia menilai hal tersebut menjadi salah satu pemicu koreksi tajam yang terjadi.

“Pertama ada faktor teknikal dari MSCI, kemudian dari sisi BEI juga perlu dilakukan evaluasi,” tambahnya.

Pada perdagangan hari ini, IHSG tercatat anjlok sekitar 8 persen atau turun 718,44 poin ke level 8.261. Merespons kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 13.43 WIB.